HomeKuliner

Warung Kopi Wk-Wk Taraju Siap Ramaikan Khazanah Kopi Nusantara

Warung Kopi Wk-Wk Taraju Siap Ramaikan Khazanah Kopi Nusantara

kamarang.com, Tasikmalaya - Selain sebagai penghasil teh, Taraju juga memiliki potensi kopi yang cukup melimpah. Di Taraju, kopi mulai dikembangkan pa

Setelah Lama Cuti, Seblak SUNDARI Siap Ramaikan Khazanah Kuliner Tasikmalaya
Seblak Kuah GHEFIRAFOOD Siap Ramaikan Khazanah Kuliner Nusantara
Rumah Makan Azka Siap Ramaikan Kuliner di kabupaten Tasikmalaya

kamarang.com, Tasikmalaya – Selain sebagai penghasil teh, Taraju juga memiliki potensi kopi yang cukup melimpah. Di Taraju, kopi mulai dikembangkan pada tahun 2009 oleh Pak Rusdianto, sosok pecinta kopi sekaligus petani kopi.

Dalam menanam Kopi, Rusdianto juga selalu memberikan pengenalan kepada para petani lainnya supaya mereka tahu kriteria kopi pasca panen untuk masuk kedai.

“Harga jual juga lumayan dan sekarang setelah ada edukasi tentang penyortiran ke petani hasilnya juga membaik,” terang Rusdianto.

Hal senada dikatakan Kang Mamat, pemilik Warung Kopi Wk-Wk (Wiwi Kusoy). Menurutnya, pengetahuan mengenai kopi bagi generasi muda yang ingin menggeluti dunia kopi, sangat diperlukan. Untuk itu dirinya membuka Warung Kopi Wk-Wk sejak 2019 lalu.

“Warung Kopi Wiwi Kusoy diambil dari nama orang itu tua sendiri. Awalnya kita ingin menghidupkan daerah, memanfaatkan situasi tempat nongkrong bagi pecinta kopi generasi muda yang ada di Taraju dan lebih diarahakan edukasi tuker informasi untuk saling uji rasa kopi lokal serta belajar tentang kualitas kopi,” terangnya.

Kopi yang disajikan kebanyakan kopi lokal gunung luhur langit dengan jenis arabika dan robusta yang berada daerah kedusunan panggung sari. “Adapun kopi yang dari luar daerah Taraju hanya untuk sebagai perbandingan rasa. Selain kopi, ada juga jenis makanan yanh kebanyakan dar makanan lokal produksi rumahan karena untuk lebih mendorong UKM yang ada disini,” tambahnya

Dengan adanya Warung Kopi Wk-Wk aktifitas malam di Taraju mulai menggeliat, serta persatuan antar warga semakin erat. “Alhamdulillah setelah adanya warung kopi ini, suasana malam jadi ramai. Banyak pengunjung dari luar daerah juga pada datang. Disini kita saling tuker informasi. Himkah lainnya, warga sekarang lebih memikirkan kedepan untuk kemajuan daerahnya, ya istilah warung kopi wiwi kusoy menjadi pemersatu,” ujarnya.

Sementara, Taufan Sinuraya, ketua Bumdes Gemata, Desa Taraju, Kecamatan Taraju, mendorong sebagai penyambung kerjasama antara pihak petani, pelaku pengolahan kopi luhur langit sampai pengemasan. “Warung kopi Wiwi Kusoy juga sebagai penyaluran penjualan masih sistem rekanan untuk penjualan keluar ke Kota Bandung, Jakarta, Garut dan kota-kota lainnya,” terangnya

Ia berharap, pengolahan kopi Luhur Langit sampai siap konsumsi dilakukan oleh generasi muda yang peduli akan kemajuan daerah dan menjadi brand kopi asal Taraju. (Day)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
%d blogger menyukai ini: