kamarang.com, Tasikmalaya – Perkembangan kasus Coronavirus Disease 2019 (Covid 19) di Kota Tasikmalaya terus bertambah. Terlihat per tanggal 20 April 2020, jumlah positif sudah mencapai diangka 27 orang.

Hal tersebut menjadi perbincangan beberapa kalangan, baik tokoh masyarakat maupun para aktivis kota Tasikmalaya. Seperti halnya Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Tasikmalaya.

Mereka menuntut Wali Kota (Walkot) Tasikmalaya, sebagai ketua gugus tugas Covid 19 untuk membuka informasi atau memberi gambaran daerah-daerah mana saja yang terkena virus Corona.

Dari mulai OTG, ODP, PDP dan yang positif berdasarkan sebaran per kecamatan, tanpa perlu membuka identitas pribadinya.

“Dengan harapan masyarakat bisa lebih waspada dan benar benar mengikuti imbauan pemerintah,” terang Ketua PC PMII Kota Tasikmalaya, Pipin Hidayat, belum lama ini.

Selain itu, ia juga meminta kepada Pemkot Tasikmalaya dan Polres Tasikmalaya Kota untuk tidak membagikan masker di jalanan, pasar atau tempat keramaian lainnya.

Karena menurutnya, hal tersebut kontradiktif dengan kebijakan untuk beraktivitas di rumah saja. “Dan kalaupun mau memberikan masker sebaiknya langsung datang ke tiap rumah masyarakat,” tambahnya.

Hal yang sama diungkapkan Ketua Divisi Hukum Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) Kota Tasikmalaya, Nurjani, SH. Ia menyebutkan bahwa Pandemi Covid-19 secara hukum masuk kategori Bencana Non Alam yang tertuang dalam UU No 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulan Bencana, salah satunya mengatur hak dan kewajiban warga masyarakat, serta peranan pelaku usaha.

Menurutnya, Setiap orang berhak mendapatkan perlindungan sosial dan rasa aman dari ancaman bencana, berhak mendapatkan informasi secara tertulis atau lisan tentang kebijakan penanggulangan bencana, serta melakukan pengawasan terhadap upaya penanggulangan bencana.

“Pemkot Tasikmalaya jangan hanya mengumumkan sebaran OTG, ODP, PDP dan yang positif berdasarkan angka saja, tetapi harus membuka minimal perkecamatan,” terangnya.

Nurjani melanjutkan, kalau hanya angka angka, itu sama saja menakut nakuti masyarakat, ditengah rasa was was masyarakat akan Covid 19. “Jangan ditambah takut dengan sikap pemkot,” pungkasnya. (Wan)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.