banner 728x250

Warga Gunungsari Sukaratu Keluhkan Jalan Seribu Lobang Tak Kunjung Diperbaiki

  • Bagikan
https://web.facebook.com/kamarangcom/
Kondisi jalan gnungsari yang dikeluhkan awarga
banner 468x60

kamarang.com | Warga Gunungsari dan pengguna jalan Gunungsari – Tawang Banteng Kecamatan Sukaratu, keluhkan rusaknya jalan sepanjang kurang lebih 1 km.

Terlihat dari pantauan, jalan penghubung Kota dan Kabupaten Tasikmalaya tersebut nampak berlobang. Mulai dari Gardu selamat datang dekat area bukit peusar hingga depan kantor desa Gunungsari.

banner 325x300

Saking kesalnya, warga pun memasang spanduk dengan berbagai umpatan dan juga himbuan.

“Selamat datang di objek wisata jalan desa seribu lobang,” mengutip tulisan dalam spanduk yang bertebaran sepanjang jalan rusak tersebut.

“Pemerintah wajib memelihara jalan dan mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas. Hudang Kuwu, Camat, Bupati,” tertulis dalam spanduk lainnya.

Adul pengguna jalan yang hampir setiap harinya melewati jalan tersebut mengungkapkan, tidak ada jalan alternatif terdekat menuju tempat kerjanya selain jalan tersebut.

“Setiap hari saya melewati jalan ini kang, ini jalan tercepat menuju tempat kerja saya,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah segera memperbaiki jalan tersebut. Terlebih jalan Gunungsari – Tawang Banteng salah satu jalan akses menuju objek wisata galunggung.

“Mudah-mudahan pemerintah dapat memperhatikan jalan ini sehingga bisa segera diperbaiki,” harapnya.

Kelebihan Bayar

Dikutip dari laporan yang masuk ke redaksi, pada tahun anggaran 2020, pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menganggarkan belanja modal untuk jala, irigasi dan jaringan sebesar Rp. 126.154.561.800,00,- dan telah direalisasikan sebesar Rp. 65,641.671.647,00-

Dari realisasi tersebut, diantaranya digunakan untuk perbaikan jalan pada DPUTRPP sebesar Rp. 44.566.154.940,00,- untuk 11 unit pekerjaan. Salah satunya ruas jalan Gunungsari – Citangkalar sebesar Rp. 4.313.533.000,00,-.

Namun dalam pengerjaan tersebut, dari sebelas paket pekerjaan tersebut masih banyak kekurangan volume sehingga mengakibatkan kelebihan pembayaran pekerjaan senilai Rp. 948.950.575,02,-

Romi G, Kabid jalan dan jembatan membenarkan hal tersebut. Namun ia mengatakan, sebagian kelebihan bayar tersebut sudah dikembalikan ke kas daerah.

“Iya. itu hasil LHP ya. Kami sudah berkoordsinasi dan sudah ada pengembalian sekitar 60% dari kelebihan bayar tersebut. Sisanya kami terus berkoordsinasi dengan pengusahanya untuk segera dikembalikan,” singkatnya saat dikonfimrasi beberapa waktu lalu t, (***)

portal berita : https://www.kamarang.com/

facebook : https://web.facebook.com/kamarangcom/

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: