kamarang.com, Tasikmalaya – Masyarakat Tasikmalaya, sempat digegerkan dengan beredarnya video setengah telanjang diduga siswi salah satu sekolah di Kabupaten Tasikmalaya beberapa waktu lalu, yang entah siapa penyebarnya.

Usut punya usut, beredarnya vidio tersebut diduga disebarkan oleh mantan pacar pemeran vidio tersebut. Hal itu seperti yang diungkapkan Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, setelah mendapat laporan dari orang tua pemeran.

“Iya, kami mendapatkan laporan dari satu keluarga, dimana anaknya menjadi korban dari diduga mantan pacarnya yang menyebarkan vidio tersebut. kemarin kita dampingi keluarga korban untuk melapor ke Polres Tasikmalaya Kota,” ungkap Ato, Rabu (18/03/2020).

Ato menambahkan, antara korban dan mantan pacarnya tersebut telah menjalin hubungan pacaran sejak bulan juni 2019. “Hubungannya ya baru lewat media sosial. Kenalan di medsos lama lama tukar no kontak WA dan lalu saling vidio call. Pacarnya itu orang Lampung dan memang tinggal di Lampung,” tambah Ato.

Dalam menjalankan hubungan jarak jauhnya, lanjut Ato, korban selalu diancam oleh mantan pacarnya jika dirinya tidak menuruti keinginan pacarnya itu. “Ada ancaman setiap kali melakukan kontak. Korban diancam keluarganya akan disantet dan semacamnya jika tidak menuruti kemauan pacarnya tersebut,” ujar Ato.

Lalu, terang Ato, puncaknya korban melakukan VC dengan badan setengah telanjang dan akhirnya videonya di sebarkan sama terduga mantan pacarnya itu.

Kini kasus tersebut tengah ditangani pihak Polres Tasikmalaya Kota. Dan untuk KPAID, Ato menegaskan, pihaknya akan terus mendampingi korban. “Ya, sedang ditangani pihak Kepolisian, data pelaku sudah ada. Kami akan terus mendampingi korban,” tegasnya.

Sementara pihak sekolah menurut Ato, mendukung langkah pelaporan tersebut dan tidak ada sangsi bagi korban. “Bahkan pihak sekolah juga ikut melaporkan ke kami untuk diusut tuntas siapa pelaku penyebaran tersebut. Pihak sekolah sangat baik tidak memberikan sangsi kepada korban,” pungkasnya. (El-z)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.