kamarang.com, Tasikmalaya – Minimnya informasi penetapa lokasi Tol Bandung-Tasikmalaya yang diduga sengaja ditutup-tutupi, menjadi pemicu keresahan warga khususnya para pemilik tanah yang kabarnya akan dilalui trase tol.

Bagaimana tidak, informasi resmi yang diterima masyarakat barulah sampai tahapan Amdal, sedangkan fakta di lapangan sudah terjadi inventarisasi data kepemilikan tanah di beberapa Kelurahan di Kecamatan Cibeureum.

“Artinya, penetapan lokasi (penlok) sudah dilaksanakan namun datanya diduga disembunyikan dengan dalih mengantisipasi spekulan. Padahal faktanya spekulan sendiri telah memiliki data lengkap, bahkan sudah mulai bergentayangan mendekati para pemilik tanah,” terang salah satu Aktivis Muda Kota Tasikmalaya Heri Ferianto Kamis (09/07/20).

Menurutnya, hal ini tentunya tidak akan terjadi jika tidak ada campur tangan oknum pejabat yang ingin ikut mencari keuntungan. Karena terang Heri, dalam konteks pembangunan untuk kepentingan umum, tidak dibenarkan alasan apapun untuk membatasi informasi.

Pelaksanaannya tidak boleh menyimpang dari ketentuan UU No 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum yang harus mengedepankan azas keterbukaan, keadilan, kepastian, kesepakatan, serta kepentingan hukum bagi pihak yang berhak.

“Dalih mengantisipasi spekulan itu hanyalah alasan clasic, ibarat kata “Calo teriak Calo”. Sebenarnya tidak perlu ada pembatasan informasi, karena prosesnya harus transparan. Kecuali kalau ada maksud lain,” tambah Heri.

Lebih lanjut Heri mengatakan, jika seluruh tahapan dan prosesnya ditempuh dengan baik dan benar sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku mulai dari proses amdal, penlok, hingga pembebasan lahan, tentunya tidak akan menuai permasalahan.

“Sebelumnya, kami telah melakukan aksi bersama sejumlah elemen dan warga Cibeureum untuk menuntut transparansi rencana tol tersebut. dan jika prosesnya masih ditutup-tutupi, kami akan mengadakan aksi susulan secara besar-besaran,” pungkasnya. (Day)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.