HomeAdvetorial

Tekan Stunting, DKPP Kabupaten Tasik Latih Bidan Desa

Tekan Stunting, DKPP Kabupaten Tasik Latih Bidan Desa

kamarang.com, Tasikmalaya - Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya, terus berupaya menekan angka kematian anak dan ibu serta

Manfaat Obat Tradisional untuk Pemeliharaan Kesehatan, Pencegahan Penyakit, dan Perawatan
Pancaroba Tiba, Waspadai Penyakit yang Timbul
Peranan Penting Saka Bakti Husada dalam Gerakan PHBS

kamarang.com, Tasikmalaya – Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya, terus berupaya menekan angka kematian anak dan ibu serta kasus stunting yang terjadi di Kabupaten Tasikmalaya.

Salah satu upayanya yakni dengan memberikan pendidikan dan pelatihan kepada para bidan yang berada di lokus stunting.

Ada sekitar 28 orang bidan desa yang ikut pendidikan dan pelatihan tentang kemampuan dalam memberikan asupan gizi pada anak.

dr. Heru Suharto, Kadis DKPP Kabupaten Tasikmalaya, mengatakan, para bidan tersebut di didik dan dilatih agar dapat menekan resiko kematian ibu dan bayi, neonatal, stunting serta angka wasting di Kabupaten Tasikmalaya.

“Data yang kami terima, angka kematian ibu berada di angka 18 kasus sedangkan kematian anak sendiri di angka seratus sekian. Data tersebut lebih banyak per kecamatan dan per desa,” terang Heru, Senin (21/09/2020).

Adapun untuk lokus stunting di Kabupaten Tasikmalaya berada di beberapa kecamatan seperti Kecamatan Manonjaya, Ciawi, Jamanis, Sukaresik, Jatiwaras, Salopa, Cikatomas serta Culamega.

Otong, fasilitator pelatihan para bidan desa, mengatakan, ada tiga faktor penyebab terjadinya stunting yakni Pola asuh termasuk praktek pemberian makan, sanitasi lingkungan dan pelayanan kesehatan.

“Untuk itu di sini kami mengumpulkan bidan agar nantinya bisa memberikan informasi kepada ibu ibu tentang bagaimana pola asuh dan pemberian makan bayi,” terang Otong.

Sementara, dalam hal pelayanan kesehatan, Otong mengatakan, kalau dulu belum difokuskan terhadap penanganan dan pencegahan stunting karena pelayanannya masih bersifat umum.

“Untuk ke depan dengan adanya pelatihan ini, kita akan fokuskan pelayanan kesehatan tentang penanganan dan pencegahan stunting dengan harapan angka stunting di Kabupaten Tasikmalaya menurun,” pungkasnya (adv)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
%d blogger menyukai ini: