HomeKesehatan

Tekan AKI dan AKN Lewat Pemberdayaan Masyarakat

Tekan AKI dan AKN Lewat Pemberdayaan Masyarakat

kamarang.com, Tasikmalaya - Dinas Kesehatan dan pengendalian penduduk kabupaten Tasikmalaya terus menerus berupaya menekan Angka Kematian Ibu dan Ang

Muncul Cluster Baru Covid 19, Atang : Setiap Hari Kasus Covid 19 di Kabupaten Tasikmalaya Terus Bertambah
Kasus Positif Covid 19 di Kota Tasik Meningkat
6.200 Vaksin Sinovac Tiba di Kabupaten Tasikmalaya

kamarang.com, Tasikmalaya – Dinas Kesehatan dan pengendalian penduduk kabupaten Tasikmalaya terus menerus berupaya menekan Angka Kematian Ibu dan Angka kematian Neonatal, salah satunya dengan sosialisasi pemberdayaan masyarakat dalam penurunan angka kematian ibu dan neonatal.

Hal itu, menurut Kadis Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Heru Suharto, merupakan program kesehatan masyarakat yang lebih mengutamakan upaya preventif dan Promotif yang proaktif, tanpa mengabaikan upaya Kuratif dan Rehabilitatif yang sering disebut dengan paradigma sehat.

Selain itu, hal tersebut sebagai salah satu strategis untuk mempercepat program pembangunan kesehatan dengan model pemberdayaan masyarakat pada bidang kesehatan, dengan meliputi kemampuan mengindentifikasi dan memecahkan masalah kesehatan.

“Pemberdayaan masyarakat sendiri yakni sebagai subjek sekaligus objek dari sistem kesehatan dalam dimensi kesehatan dan merupakan proses yang dilakukan oleh masyarakat tanpa campur tangan dari pihak luar, yakni dengan memperbaiki kondisi lingkungan dalam kesehatan masyarakat,” terangnya.

Sehingga lanjut Hrru, Tujuan akhir dari pemberdayaan masyarakat yakni untuk memandirikan masyarakat dalam peningkatan kemampuan personal dan atau aksi norma sosial dalam kebijakan publik dan pelaksanaan organisasi dalam kerangka bidang kesehatan masyarakat.

Kegiatan AKI dan AKN ini, melibatkan Relawan yakni FMMT yang bertugas mendampingi ibu hamil dan menjaga kehamilan dan mempersiapkan persalinan. Mereka bertugas di 351 Desa dan 39 kecamatan se kabupaten Tasikmalaya.

“Semoga para relawan ini bisa melakukan sosialisasi tentang tanggung jawab suami istri, bisa memelihara kandungannya dan pastikan untuk melakukan persalinan ke bidan. Jangan ada lagi melakukan persalinan ke Dukun anak, sehingga angka kematian AKI dan AKN menurun di Kabupaten Tasikmalaya,” pungkasnya.

Sementara, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Neng Madinah Ruhiat, mengatakan, dengan adanya kegiatan ini, pihaknya mendorong bidan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. “Sementara itu, dukun tetap tidak kehilangan pekerjaan, bahkan mendapatkan tambahan penghasilan sebagai hasilnya,” katanya

Akan tetapi, lanjut Hj Neng Madinah, persalinan tetap harus ditolong oleh tenaga kesehatan dalam hal ini bidan maupun relawan yang selalu mendampingi ibu hamil sehingga dapat membantu pemerintah dalam menentukan langkah atau kebijakan yang sesuai dengan masalah yang ada dan target penurunan AKI bisa tercapai. (**)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
%d blogger menyukai ini: