HomeEkonomi

Sinergitas Petani Sepuh dan Petani Muda Kembangkan Kopi Soka Robusta Cigalontang

Sinergitas Petani Sepuh dan Petani Muda Kembangkan Kopi Soka Robusta Cigalontang

kamarang.com, Tasikmalaya - Sedikit mengulas tentang kopi yang berada di Desa Cigalontang Gunung Dusun Tiga yang mana kebanyakan warganya adalah peta

Kebun Milik Perhutani di Urug Kawalu Terbakar
Ketua DPRD Minta SKPD Lakukan Transparansi Anggaran Penanganan Covid-19
Camat Jatiwaras Apresiasi Swadaya Warga Talagasari Bikin Jalan Lingkungan

kamarang.com, Tasikmalaya – Sedikit mengulas tentang kopi yang berada di Desa Cigalontang Gunung Dusun Tiga yang mana kebanyakan warganya adalah petani. Menurut Pak Puloh sebagai sesepuh petani kopi, dulu pertama nanam kopi di Daerah Cigadog Cigalontang, jenis kopi soka robusta sekitar tahun 1992 yang sekarang disebut kopi buhun sama warga petani.

“Alhamdulillah sekitar tahun 2016 mulai ada bantuan pupuk poska dari pemerintah, di mana kalau dulu hanya secara manual dengan pupuk seadanya dari alam untuk hasilnya juga kurang memuaskan hanya untuk konsumsi sendiri paling sebagian dijual ke pengepul. Setelah ada bantuan bibit kopi dan pupuk dari pemerintah warga mulai menanam kopi lebih banyak untuk hasilnya juga lumayan memuasakan,” katanya, kepada kamarang.com, Sabtu (27/06/2020).

Disisi lain, Rizki pemuda tani yang peduli terhadap pengembangan kopi yang ada di daerahnya mengajak petani sepuh lebih dikembangkan bibit benih lokal jenis kopi soka robusta, dimana kalau dulu hanya menanam komoditi kecil-kecilan tapi setelah ada turun SK dari kementerian kehutanan sosial, SK tersebut sangat bermanfaat bagi warga karena mempunyai hak lebih bagi petani untuk menggarap lahan garapannya.

“Dari kementrian mengintruksikan kepada para petani dahulu lebih bersinergi dengan petani milenial supaya bisa berinovasi untuk menananam kopi besar-besaran dilahan hutan lindung, dan menggali potensi lainya seperti edukasi wisata kopi wilayah Cigalontang Gunung Dusun Tiga, Desa Cigalontang sekitarnya,” kata Rizki pemuda tani ke Kamarang.com

Sementara, BDLHK Kadipaten mendorong dimana dari satu daerah harus ada putra daerah yang mendampingi  perhutanan sosial yang mana itu mendampingi KUPS
jadi LMDH Girijaya, dimana kebawahnya ada ranting kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) .

“Pengelola perhutanan sosial harus mengikuti aturan-aturan yang sudah ada. Untuk lahan garapan, jangan sampai salah kaprah untuk garapan lahan hutan. Hasil produski kopi Pasir Halang Cigalontang, penjualan kopi lebih secara online memanfaatkan jejaring sosial untuk penjualan sudah masuk jawa, bali, jakarta, lampung,” tambahnya.

Terakhir ia berharap, kedepanya supaya generasi muda lebih bersinergi dengan para petani tokoh sesepuh Khususnya daerah Cigalontang untuk berbagi pengalaman mengaplikaskanya dalam bidang pertanian. “Kesenian budaya kita bangkitkan dan harumkan lagi itu adalah suatu ciri karakter suatu daerah dimana kita bisa dihargai dan kita bisa mengahargai seni budaya itu sendiri,” pungkasnya. (Day)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
%d blogger menyukai ini: