kamarang.com, Tasikmalaya – Gelombang protes dan kritik terus terlontar bagi Pemerintahan Kota Tasikmalaya, khususnya Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman.

Namun selain Wali Kota, kini kritikan ditujukan juga kepada Dinas Sosial Kota Tasikmalaya dimana Dinsos merupakan lembaga yang paling berperan dalam pendistribusian berbagai kebutuhan pokok untuk rakyat miskin.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan Wahyu Wahyudin, Tokoh Masyarakat Bojong, Cipedes, Kota Tasikmalaya. Menurutnya, masyarakat jangan mudah terkecoh dengan kritikan yang hanya terkesan mengarah ke wali kota.

“Disamping walikota, dinas sosial adalah lembaga yang paling berperan dalam mendistribusikan berbagai kebutuhan pokok untuk rakyat miskin,” terang Wahyu kepada kamarang.com, Selasa Malam (12/05/2020).

Ia melanjutkan, terkecohnya data data yang salah hari ini, tidak terlepas dari keteledoran Dinas Sosial, sebab mayoritas penerima bantuan covid 19 datanya diambil dan hampir mirip dengan yang ada di dinas soisal.

“Artinya peran dinsos sangat krusial dan berpengaruh. Saya juga sudah melaporkan terkait banyaknya pelanggaran-pelanggaran program BPNT ke Mapolres kota dan alhamdulillah sedang diproses, mudah mudahan dalam waktu dekat mapolres membuka ke publik siapa saja yangterkait dengan indikasi KKN nya,” tambahnya.

Lebih lanjut Wahyu mengatakan, diduga ada oknum oknum yang bermain dalam program BPNT begitu terbuka dan banyak pelanggaran yang terjadi. Kemudian antara internal dan eksternal sama sama gila dalam berjudi memainkan harga dan barang.

“Mari kita awasi dinas sosial demi tertibnya pendistribusian barang serta terhindarnya praktek-praktek korup antara dinas dan suplayer,” pungkasnya. (Red)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.