HomeRegional

Reaktif Covid-19, Satu Orang Tahanan Dikembalikan ke Kejari Kabupaten Tasikmalaya

Reaktif Covid-19, Satu Orang Tahanan Dikembalikan ke Kejari Kabupaten Tasikmalaya

kamarang.com, Tasikmalaya - AM, Satu dari sembilan tahanan titipan Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya, ditolak Lembaga Permasyarakatan Kelas II B

Gandeng Jabar Bergerak, Kodim 0617/Majalengka Gelar Giat Pencegahan Covid-19
Kang Cecep Apresiasi Hadirnya Lapangan Mini Soccer 2002 Polres Tasikmalaya
Bupati Tasik Dampingi KH Ma’ruf Amin dalam Rangka Peresmian 1.014 BLK Komunitas

kamarang.com, Tasikmalaya – AM, Satu dari sembilan tahanan titipan Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya, ditolak Lembaga Permasyarakatan Kelas II B Tasikmalaya.

AM ditolak pihak Lapas karena diduga terpapar Covid-19, setelah dilakukan uji cepat atau rapid test dengan hasilnya reaktif.

Kepala Lapas Tasikmalaya Kelas II B Tasikmalaya, Sulardi, menuturkan, kejadian tersebut berawal saat Kejari Kabupaten Tasikmalaya ingin menitipkan sembilan tahanan pada Selasa (05/05/2020) pukul 15.00 WIB.

Namun, setelah hasil pemeriksaan rapid tes tersebut, diketahui, satu dari sembilan yang hendak dititipkan itu reaktif covid -19.

“Tahanan tersebut langsung  kita kembalikan ke pihak kejaksaan karena hasil rapid test positif,” terang Sulardi, Rabu (06/05/2020).

Guna mencegah penyebaran covid -19, lanjut Sulardi, pihaknya sejak awal, sudah membuat kesepakatan dengan intansi terkait seperti kepolisian dan kejaksaan, dimana ketika hendak menitipkan tahanan ke lapas, penyerahannya harus sesuai dengan protokol kesehatan.

“Salah satunya, tahanan harus sudah melakukan rapid test,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sulardi mengatakan, pihak kejaksaan sebenarnya telah menyertakan surat keterangan sehat para tahanan yang akan dititipkan dengan surat keterangan sehat berlogo Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya.

Namun, petugas lapas tetap melakukan tes ulang kepada tahanan. Karena pihak lapas harus memastikan kalau tahanan yang masuk dalam kondisi sehat dan bebas dari Covid-19.

“Hasilnya, dari sembilan tahanan, satu orang positif. Yang positif itu adalah tahanan kasus miras,” jelasnya.

Terakhir Sulardi mengatakan, saat ini satu tahanan yang hasil rapid test-nya reaktif itu telah dibawa kembali oleh pihak kejaksaan.

Sementara delapan tahanan lainnya diperbolehkan masuk lapas, tapi harus menjalani isolasi terlebih dahulu selama 14 hari. (Red**)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
%d blogger menyukai ini: