HomeRegional

Ramai #kamibersamabudibudiman, ini Kata Akademisi Kota Tasik

Ramai #kamibersamabudibudiman, ini Kata Akademisi Kota Tasik

kamarang.com, Tasikmalaya - Hastag kami bersama Budibudiman (#kamibersamabudibudiman) di Situs Pemerintah Kota Tasikmalaya menjadi buah bibir di kala

Kembali, Gerakan Satria Bersarung Layangkan Protes kepada Wali Kota Tasikmalaya Lewat Spanduk
Kunjungi SMC, Wakil Ketua DPRD Kab Tasik Dorong Pemkab Sediakan Tempat Istirahat bagi Tim Medis
Nada Sumbang untuk Wali Kota Tasikmalaya Ditengah Pandemi Corona

kamarang.com, Tasikmalaya – Hastag kami bersama Budibudiman (#kamibersamabudibudiman) di Situs Pemerintah Kota Tasikmalaya menjadi buah bibir di kalangan masyarakat.

Pasalnya, disaat masyarakat maupun pemerintah tengah perang melawan korupsi dan jenisnya, hastag tersebut muncul seolah mendukung perbuatan itu.

Mengenai hal tersebut, akademisi Kota Tasikmalaya, Asep M Tamam, menilai, masyarakat atau siapapun itu, harus bersikap profesional dan proporsional dalam menyikapi fenomena di Kota Tasikmalaya ini.

Namun menurutnya, kita juga harus mengapresiasi hal yang berhubungan dengan prestasi, jasa dan hasil kerja peninggalan Budi Budiman. Namun kita juga lanjut Asep, tidak bisa membiarkan kesalahan itu dengan wajar.

“Justru dikhawatirkan itu tidak proporsional, dukungan dan pembelaan terhadap pak Budi itu dikhawatirkan jadi lumrah, sehingga jadi pemicu pemacu kekuatan lain untuk melakukan hal yang sebaliknya,” ungkap Asep, Rabu (28/10/2020).

Ketika di Pesantren, Asep mengaku tidak diajarkan membenarkan yang salah, tapi juga tidak menyalahkan yang benar. Karena esensi persoalan ini
dikhawatirkan akan ada upaya membenarkan yang salah.

“Kita proposional saja kalau ada yang mau mengkaji persoalan ini dalam persepektif hukum di kota Tasikmalaya. Saya yakin, masih ada yang lurus, demi hukum tidak melihat kepentingan politik,” jelasnya.

Kasus ini terang Asep, adalah penyuapan, sehingga kalau dilihat dari logika agama, berarti Budi Budiman tidak melakukan sesuatu untuk memperkaya diri. Ia pun tidak ingin berandai andai kelakuan (suap, -red) seperti ini sudah biasa sebelumnya yaitu memancing anggaran dengan umpan (uang).

“Kita juga tak mengandai andai, uang pribadi tersebut nantinya kedepan untuk keuntungan pribadi. Tapi yang jelas, kenapa suap dilarang, karena yang menyuap itu orang yang memiliki kebutuhan. Beda dengan yang disuap, sehingga kita tidak dibenarkan menutup realitas dari apa yang terjadi,” pinta Asep.

Meski tujuan Budi itu mulia demi kota Tasikmalaya, namun Asep sering menyampaikan jika niat dan tujuan itu memang penting, tapi caranya itu harus seperti apa.

Lantaran itu, Asep terus intens melawan money politics di tiap even politik, sebab apapun, harus disepakati jika caranya (suap) itu salah.

“Saya melihat, kepala daerah sekarang ini sudah menyerah pada konteks sistem yang salam. Saya ingin, siapapun pemimpin harus berani melawan itu,” pungkasnya. (***)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
%d blogger menyukai ini: