HomeRegional

Polres Tasikmalaya Bongkar Praktek Prostitusi Online di Singaparna

Polres Tasikmalaya Bongkar Praktek Prostitusi Online di Singaparna

Kamarang.com, Tasikmalaya - Polres Tasikmalaya, berhasil membongkar jaringan prostitusi online dengan menggunakan aplikasi jejaring sosial (Michat).

Diduga Resahkan Warga, 39 Preman di Kabupaten Tasikmalaya Diamankan Polisi
Polres Tasikmalaya Bekuk Kawanan Pencurian Kendaraan Bermotor
Polres Tasikmalaya Amankan Pelaku Penipuan dengan Modus Gadai Mobil Sewaan

Kamarang.com, Tasikmalaya – Polres Tasikmalaya, berhasil membongkar jaringan prostitusi online dengan menggunakan aplikasi jejaring sosial (Michat).

Terbongkarnya kasus prostitusi online tersebut, berdasar laporan warga yang merasa resah dengan adanya praktek prostitusi online tersebut.

Polisi menggerebek rumah kos yang di jadikan lokasi prostitusi online di Kecamatan Padakembang, Tasikmalaya.

Dalam penggerebegan tersebut, Polisi dapati pelanggan dengan wanita tuna susila tengah ngamar.

Kedua orang tersebut diamankan bersama seorang Mucikari bernama AG (43) warga Pasar Baru Desa Singaparna Kecamatan Singaparna, Kamis (27/02/2020).

AG (Mucikari) memasang tarif Rp. 200 ribu rupiah hingga Rp. 300 ribu rupiah per wanita nya sekali kencan. Dari hasil penjualan tersebut, AG mendapat bagian Rp. 50 ribu hingga Rp. 100 ribu rupiah satu kali kencan.

“Pengungkapan bisnis prostitusi online ini bermula dari laporan warga yang gerah dengan bisnis prostitusi online yang berlokasi di kos-kosan, saya tugaskan Satreskrim untuk gerebek lokasi dan menemukan pelanggan, wanitanya dan mucikari,” Ujar Kapolres Tasikmalaya, AKBP. Hendria Lesmana Sik, saat Press Rilis di Mapolres Tasikmalaya, Kamis (05/03/2020).

Adapun modus pelaku tambah Kapolred yakni melalui aplikasi chating online Michat yang dioperasikan Lina (wanita penghibur).

Setelah mendapatkan lelaki hidung belang, wanita tuna susila langsung menyuruh pria hidung belang tersebut untuk berkomunikasi dengan pelaku untuk bertransaksi.

“Jadi si AG ini berperan sebagai Mucikari. Dia yang mendealkan harga dengan pria hidung belang. Dia juga yang menyediakan tempat berupa kos kosan,” Tambah Hendria.

Sementara itu, tersangka AG mengaku, sudah menjual atau menjajakan 50 perempuan berusia 30 hingga 41 tahun kepada pria hidung belang. Dalam sehari, setidaknya ia bisa menjajakan 2 hingga 4 orang perempuan. Kebanyakan pelangganya merupakan Mahasiswa hingga karyawan.

“Kebanyakan mahasiswa pak pelanggan saya, Paling saya dapat bagian 100 sampai 150 ribu satu hari,” papar AG.

Akibat perbuatannya itu, pelaku diganjar dengan ancaman pasal 296 jo 506 tentang kejahatan terhadap keasusilaan dan memfasilitasi tempat sehingga dapat melakukan perbuatan atau asusila dengan ancaman hukuman satu tahun empat bulan penjara. (El-z)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
%d blogger menyukai ini: