kamarang.com – Sat Reskrim Polres Taskmalaya berhasil membekuk dua pelaku pencuri spesialis mini market. Satu di antaranya merupakan residivis yang baru 6 bulan keluar dengan kasus pencurian kerbau di Kawasan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya.

Kapolres Tasikmalaya, AKBP Dony Eka Putra, mengatakan, dua pelaku tersebut yakni AW alias Dias yang merupakan residivis asal Kuningan, lalu sesuai pengembangan, satu pelaku lagi berjasil dibekuk polres di kediamannya di Jakarta.

Kedua pelaku dibekuk di kediamannya masing-masing tak lama setelah ikut beraksi bersama kawanannya menggasak Alfamart di kawasan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya pada 10 November 2019.

“Dias dibekuk pada tangal 17 November, lalu dikembangkan dan kemudian petugas menangkap DW di kediamannya di Jakarta Utara dua hari setelah Dias ditangkap,” terang Dony,  Kamis (28/11/19).

Dony melanjutkan, dari pengakuan keduanya, kawanan yang dipimpin DW itu sudah beraksi di tujuh TKP, yakni, Majalengka, Serang, Cianjur, Sukabumi, Sumedang, Tasikmalaya dan Kuningan. Rata-rata dari hasil penjarahannya, pelaku menggondol Rp 20 sampai 30 juta uang dan barang yang ada di mini market tersebut.

Menurut Dony, pelaku dalam menjalankan aksinya merusak CCTV, kemudian mereka merusak kunci gembok lalu masuk dan menggasak barang termasuk uang dari brangkas mini market. Mereka beraksi sekitar pukul 03.00 dinihari.

“Sebelum beraksi, para pelaku mengintai lokasi mini market sasarannya, sehingga dalam aksinya sangat cepat. Pengakuan Dias, saat menggasak Alfamart di kawasan Salawu hanya membutuhkan waktu 15 menit lalu kabur menggunakan kendaraan roda empat,” tambahnya.

Selain mengamankan pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti, ratusan slop rokok, makanan ringan, susu bayi serta perkakas dan kunci yang digunakan pelaku serta kendaraan avanza warna putih dengan Nopol B 2110 SFF yang digunakan pelaku saat beraksi.

“Barang hasil jarahan ini mereka biasanya menjualnya ke warung atau pedagang eceran yang kira-kira menurut mereka aman untuk menjualnya,” terang Dony.

Dari pengakuan pelaku, menurut Dony, mereka selalu beraksi bertiga dengan peran masing-masing. Jika saat akan beraksi ada kawanannya yang berhalangan, mereka akan mengajak kawanan cadangannya atau merekrut kawanan baru. Target mereka adalah mini market Alfamart.

Sebenarnya ada tiga tersangka, namun satu lagi masih buron alias DPO. Polisi sudah mengantongi identitas pelaku dan akan terus mengejarnya.

Guna mempertanggungawabkan perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal 363 ayat 1 ke-4 KUH Pidana dan diancam dengan pidana kurungan selama 7 tahun. (El-z)


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
Admin

Send this to a friend