banner 728x250

Polres Majalengka Amankan Pengedar Upal yang Berprofesi Sebagai Dukun

  • Bagikan
banner 468x60

kamarang.com, Majalengka – Polres Majalengka mengamankan seorang pengedar uang palsu (Upal) di Majalengka, Jawa Barat. Dari tersangka, polisi menyita ratusan lembar Upal dan satu pucuk senjata softgun serta perangkat perdukunan.

Kapolres Majalengka, AKBP Bismo Teguh Prakoso, didampingi Kasat Reskrim, AKP M Wafdan Muttaqin mengatakan, diduga kuat tersangka sempat atau setidaknya berencana melakukan penipuan dengan cara berpraktek sebagai dukun pengganda uang.

banner 325x300

“Modusnya, tersangka membeli uang kertas pecahan Rp100 ribuaan dan uang kertas pecahan Rp 50 ribuaan yang diduga palsu untuk digunakan praktek dukun penggandaan uang,” ungkap Kapolres Bismo, saat konferensi pers, Selasa (03/03/2020).

Bismo menambahkan, terbongkarnya kasus pengedaran uang palsu dengan modus dukun penggandaan uang tersebut, bermula saat polisi menerima laporan adanya transaksi jual beli uang palsu di wilayah Bendungan Rentang, Kecamatan Jatitujuh, Majalengka, pada Kamis (27/02/2020) sekira pukul 22.00 WIB.

“Setelah dilakukan penyelidikan, tersangka berhasil kami gerebek dan diamankan di salah satu rumah teman wanitanya, berinisial BT yang tinggal di Kecamatan Dawuan, Majalengka, Sabtu (29/02/2020),” tambahnya.

Dari tangan tersangka, polisi mendapati uang palsu Rp 100 ribu sebayak dua lembar dan Rp 50 ribu uang palsu sebayak satu lembar.

Selain itu, petugas juga menemukan sisa uang kertas pecahan Rp 100 ribu sebanyak 704 lembar yang diduga palsu disimpan di dalam tas milik tersangka beserta satu pucuk senjata softgun.

“Selanjutnya, kita langsung melakukan penggeledahan di rumah tersangka. Dari hasil penggeledahan, petugas mendapati perangkat yang digunakan tersangka untuk melakukan praktik perdukunan,” ucapnya.

Adapun menurut pengakuan tersangka, ratusan lembar uang palsu tersebut, dibeli tersangka seharga Rp 5 juta dari salah seorang warga Indramayu, yang sekarang menjadi DPO. Sedangkan, satu pucuk senjata softgun mengaku untuk menjaga dirinya.

“Menurut pengakuan tersangka, dirinya telah melakukan dua kali praktek dukun penggandaan uang dengan dua orang yang sudah menjadi korban. Nilai kerugian yang dialami kedua korban tersebut, sebayak Rp 50 jutaan,” terang Bismo.

Akibat perbuatannya, tersangka akan dikenakan pasal 36 ayat 2 UU RI No. 7, tahun 2011, tentang mata uang, dengan ancaman pidan penjara paling lama 10 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 10 miliar. (**)

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: