HomePeristiwa

PMII Kota Tasikmalaya Angkat Bicara Terkait Kecelakaan Mobdin Pemkot di Pangandaran

PMII Kota Tasikmalaya Angkat Bicara Terkait Kecelakaan Mobdin Pemkot di Pangandaran

kamarang.com - PMII Kota Tasikmalaya angkat bicara terkait kecelakaan yang dialami mobil dinas Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya di Pangandaran pa

Jelang Libur Nataru Pemkab Pangandaran Sarankan Pengunjung Tunjukan Hasil Rafid Tes Antigen
Ditengah Pandemi Covid-19, Ratusan Remaja di Ciganjeung Malah Asyik Balapan Liar
Mau Liburan Akhir Tahun, Pantai Muaragatah Cimerak bisa jadi Solusinya

kamarang.com – PMII Kota Tasikmalaya angkat bicara terkait kecelakaan yang dialami mobil dinas Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya di Pangandaran pada Minggu (28/3/2021).

Menurut PMII, kejadian ini membuktikan Pemkot Tasikmalaya sudah tidak ada harga dirinya. Mereka (Pemkot.red), sudah tidak memberikan contoh yang baik bagi masyarakat.

“Iya Pemkot Tasikmalaya sudah tidak ada harga diri. Ketika berupaya pada masyarakat agar amanah itu hanya ucapan penguasa belaka. Pada intinya mereka tidak memberikan contoh baik pada masyarakat,” kata Tedi Rahmat, Wakil Bendahara PC PMII Kota Tasikmalaya, (30/3/21).

Tedi menambahkan, peristiwa kecelakaan mobil dinas tersebut menandakan Pemkot Tasikmalaya tidak bisa menjaga amanat rakyat dan undang-undang terkait fasilitas negara.

“Mereka sudah lalai dalam menjaga fasilitas negara apalagi untuk kinerjanya. Karena memang undang-undang membahas untuk merawat fasilitas negara,” tambahnya.

Lebih lanjut, Tedi mengatakan, kasus kecelakaan mobil plat merah yang berlokasi di Kalipucang sehabis pulang dari Pangandaran. Seharusnya pemerintah tahu bahwa mobil plat merah itu hanya untuk keperluan pekerjaan.

“Bukan malah mendahulukan kepentingan pribadi dari kepentingan kerja. Apalagi peristiwa tersebut terjadi pada hari minggu bukan pada jam kerja,” geramnya.

Terakhir PMII mengatakan, seharusnya pemerintah malu dengan adanya kejadian ini, karena bukan contoh yang baik. Hal ini harus menjadi evaluasi Pemkot Tasikmalaya menindak lanjuti oknum yang mencoreng daerah.

“Ini juga harus jadi pelajaran untuk para pejabat yang masih belum memahami kegunaan fasilitas negara,” pungkasnya. (***)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
%d blogger menyukai ini: