banner 728x250

Plt Kepala BPBD Pangandaran : Pantai di Kabupaten Pangandaran Perlu Banyak EWS Tsunami

  • Bagikan
Plt Kepala BPBD Pangandaran : Pantai di Kabupaten Pangandaran Perlu Banyak EWS Tsunami
banner 468x60

kamarang.com, Pangandaran | Dengan panjang pantai sekitar 91 kilometer, Pangandaran kini memerlukan alat Early Warning System (EWS) Tsunami yang banyak.

Sedikitnya, Pangandaran memerlukan EWS sebanyak 20 buah. Hal tersebut seperti yang diungkapkan Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Pangandaran, Dani Hamdani, Minggu (18/07/21).

banner 325x300

“Pantai Pangandaran saja perlu lebih dari satu EWS. Setidaknya untuk seluruh pantai yang ada di Kabupaten Pangandaran perlu 20 lebih EWS yang harus dipasang,” ujarnya.

Dani mengatakan, saat ini Pangandaran hanya memiliki dua EWS. “Awalnya ada beberapa buah, tapi sekarang tersisa dua buah,” tambahnya.

Dua EWS tersebut terang Dani, terletak di Bojongsalawe Kecamatan Parigi dan Desa Pangandaran Kecamatan Pangandaran. “Keduanya masih aktif dibunyikan setiap bulan, sebagai percobaan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dani mengatakan pihaknya sudah mengajukan penambahan EWS kepada pihak provinsi, namun belum ada realisasi.

“Kalau usulan sudah, kita ingin menambah beberapa buah terutama di daerah yang rawan,” ucapnya.

Adapun daerah rawan yang dimaksud seperti Pantai Pangandaran, Legokjawa, Batuhiu, Madasari dan Ciparanti. “Karena daerah tersebut padat penduduknya,” terangnya.

Sementara, Kabid Kedaruratan dan Logostik BPBD Kabupaten Pangandaran, Jajang Herliana Lilihar, mengatakan, EWS  berfungsi untuk meminimalisir terjadinya korban saat tsunami.

“Ada waktu 20 menit setelah ada gempa, untuk mengevakuasi warga, lima menit awal dibutuhkan untuk menganilisis potensi terjadinya tsunami, jika berpotensi maka EWS dibunyikan,” ucapnya. (Red)

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: