BerandaAdvetorialPembentukkan Pangkalan Saka Bakti Husada

Pembentukkan Pangkalan Saka Bakti Husada

Pangkalan Saka Bakti Husada merupakan sanggar latihan adik-adik Pramuka Penegak dan Pandega yang meminati kesehatan yang berkedudukan di wilayah kwartir ranting atau minimal terdapat 1 (satu) di wilayah kwartir cabang.

Pangkalan Saka Bakti Husada dapat berlokasi di Puskesmas, atau UPT Kesehatan seperti Rumah Sakit, Poltekkes, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP), Balai Laboratorium Kesehatan (Labkes), Balai Kesehatan Olah Raga, dan dapat pula Sekretariat Organisasi Profesi Kesehatan.

Inti kegiatan Saka Bakati Husada adalah aktifnya adik-adik anggota berkegiatan di Pangkalan Saka Bakti Husada. Pembentukan Pangkalan Saka Bakti Husada dapat diinisiasi oleh UPT Kesehatan, Dinas Kesehatan atau Puskesmas.

Untuk pembentukan Pangkalan Saka Bakti Husada yang dapat dilakukan oleh UPT Kesehatan, Dinas Kesehatan dan atau Puskesmas dengan langkah-langkah di bawah ini.

  1. Diawali dengan konsolidasi internal diantara staf Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesehatan, Dinas Kesehatan kabupaten, Puskesmas setempat yang membahas kesiapan jajaran kesehatan untuk dukungan kelembagaan dan sumberdaya untuk dijadikan basecamp latihan Saka Bakti Husada. Dalam konsolidasi internal disini termasuk untuk melakukan identifikasi masalah kesehatan dan potensi masyarakat untuk mencari solusi masalah kesehatan setempat. Output langkah ini adalah komitmen dan dukungan pimpinan kesehatan (UPT Kesehatan, Dinkes, dan atau Puskesmas) untuk membina adik-adik anggota Saka Bakti Husada dengan membentuk Pangkalan Saka Bakti Husada.
  • Melakukan pendekatan eksternal yaitu komunikasi baik secara formal maupun informal dengan jajaran kesehatan lainnya, kwartir gerakan pramuka setempat, dan pembina gugus depan sekitarnya serta tokoh masyarakat lainnya yang intinya mohon kesediaan untuk mendukung kegiatan Saka Bakti Husada. Untuk itu, perlu dilakukan berbagai pendekatan untuk memperoleh dukungan masyarakat setempat dan diharapkan dapat berupa moral, finansial, dan material seperti kesepakatan dan persetujuan masyarakat (terutama orang tua), bantuan dana, tempat penyelenggaraan Pangkalan Saka Bakti Husada serta peralatan yang diperlukan.
  • Melakukan asesmen atau kajian yang bertujuan untuk mengumpulkan data masalah kesehatan di wilayah sekitar UPT Kesehatan, Dinas Kesehatan, dan Puskesmas serta potensi seperti Gudep dengan peserta didiknya, Pembina Pramuka, atau Pelatih yang berdomisili di wilayah sekitar. Kajian tersebut juga dapat mengidentifikasi permasalahan kesehatan yang diminati oleh anggota Pramuka sebagai entry point untuk memulai kegiatan latihan Pangkalan Saka Bakti Husada.
  • Kegiatan sosialisasi tentang Saka Bakti Husada ke Gugus depan baik yang berbasis sekolah/kampus maupun berbasis masyarakat di sekitar UPT Kesehatan, Dinas Kesehatan dan Puskesmas. Inti sosialisasi adalah mempromosikan tentang Saka Bakti Husada dengan krida-kridanya serta ajakan untuk peserta didik di gugusdepan untuk belajar lebih khusus dan mendalam tentang berbagai kecakapan khusus yang tergabung dalam krida-Krida seperti pengendalian penyakit, lingkungan sehat, keluarga sehat, gizi dan obat serta PHBS. Output langkah ini diharapkan ada kesepatakan dari para pembina dan mabigus untuk mengirimkan peserta didiknya untuk mengikuti latihan/belajar tentang Krida dan kecakapan khusus Saka Bakti Husada.
  • Persiapan pembentukan Pangkalan Saka Bakti Husada meliputi orientasi kesehatan bagi pembina gudep yang akan direkrut menjadi Pamong, orientasi kepramukaan bagi instruktur yang akan terlibat dalam Pangkalan Saka Bakti Husada, persiapan administrasi seperti surat menyurat kepada Kwartir, persiapan peralatan dan sarana yang dibutuhkan, memilih calon pengurus Pangkalan Saka Bakti Husada sesuai tugasnya (dibentuk organogramnya), rencana kegiatan perdana dengan peserta didik, penyiapan buku SKK, briefing bagi staf UPT Kesehatan, Dinas Kesehatan dan Puskesmas untuk dukungan dan sebagainya.
  • Pelaksanaan kegiatan dan peresmian Pangkalan Saka Bakti Husada yaitu kegiatan awal yang melibatkan peserta didik dengan melibatkan pamong dan instruktur Saka Bakti Husada atau soft opening untuk memulai kegiatan. Dengan beberapa kali kegiatan sesuai jadwal tentunya dapat diresmikan Pangkalan Saka Bakti Husada oleh Ketua Kwartir Ranting atau Ketua Kwartir Cabang setempat.
  • Mengembangkan peluang kerja (job creation) yang berbasis kecakapan khusus sesuai dengan krida- kridanya seperti wirausaha kuliner, wirausaha sanitasi, wirausaha tanaman obat yang diolah menjadi minuman jamu sehat dan sebagainya. Peluang kerja ini dapat bekerjasama dengan sektor bisnis, dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah atau koperasi yang dapat dipasarkan secara masif sebagai hasil usaha yang dimotori oleh Gerakan Pramuka khususnya Saka Bakti Husada.

Langkah ini hendaknya dapat dimulai pada area terbatas di Dinas Kesehatan atau UPT Kesehatan di ibukota provinsi sehingga dapat diimplementasikan secara bertahap di seluruh provinsi dan kabupaten/kota dan Puskesmas.

Syarat Pembentukkan Pangkalan

Pangkalan Saka yang baik antara lain memiliki :

  1. Minimal 10 Pramuka Penegak Bantara sebagai anggota saka yang berasal dari gugus depan.
  2. Surat Keputusan Pendirian Pangkalan Saka Bakti Husada
  3. Surat Keputusan Pengurus Mabi Saka Bakti Husada
  4. Surat Keputusan Pengurus Pangkalan Saka Bakti Husada
  5. Surat Keterangan Anggota Saka Bakti Husada
  6. Sertifikat/Ijazah/Surat keterangan telah mengikuti kursus kepramukaan (Pamong dan Instruktur Saka)
  7. Dokumen (Musyawarah, Daftar Anggota dll)
  8. Administrasi Pangkalan Saka Bakti Husada : Buku daftar anggota, Buku presensi, Buku inventaris, Buku registrasi Mabi, Pamong dan Instruktur, Buku notulen rapat/risalah rapat, Buku agenda dan ekspedisi surat menyurat
  9. Administrasi Keuangan : Buku kas, Buku iuran, Buku laporan keuangan bulanan
  10. Buku catatan kegiatan : Logbook, Buku acara kegiatan, Buletin Pangkalan Buku Pelantikan SKK Krida
  11. Program masa bakti, tahunan, semester, bulanan dan mingguan
  12. Laporan kegiatan ke Pinsaka dan kwartir
  13. Papan Struktur Organisasi Pangkalan Saka Bakti Husada
  14. Papan Nama Pangkalan Saka Bakti Husada
  15. Foto, Video dan dokumentasi kegiatan Saka Bakti Husada
  16. Kelengkapan/Sarana Umum Pangkalan Saka Bakti Husada, antaranya : sanggar pangkalan Saka Bakti Husada, bendera merah putih, bendera WOSM, bendera Gerakan Pramuka, bendera Saka Bakti Husada, kotak P3K, alat dan media praktik Krida, lemari perlengkapan, ruang terbuka dan tiang bendera.

Berikut beberapa ulasan mengenai pembentukan Pangkalan Saka Bakti Husada. Pangkalan Saka adalah tempat yang digunakan untuk pertemuan atau latihan rutin yang diadakan Saka dan memiliki fasilitas yang memadai untuk mendukung kegiatan Saka tersebut. (Adv)

RELATED ARTICLES

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments

%d blogger menyukai ini: