kamarang.com, Tasikmalaya – Terungkap sudah siapa dalang kasus pembunuhan sadis yang menimpa Yahya Ali Wafa warga Tangerang, Banten.

Dalam jumpa pers di Mapolres Tasikmalaya, Kapolres Tasikmalaya, AKBP Doni Eka Putra SIK, mengungkapkan, mayat yang ditemukan di jurang di Taraju tersebut adalah korban dukun.

Dan kini Polisi telah menangkap lima pelaku yang terlibat pembunuhan berencana terhadap korban.

Kelima yelaku tersebut AR (36) warga Cianjur,  Ap (56) Warga Salawu Tasikmalaya, AK (27) warga Tangerang, H (40) warga Mangunreja, Dan J (50) Warga Tengerang.

Adapun kronologis kejadian menurut Doni, Korban datang dari Tangerang bersama kawanya pasangan suami istri janar dan ade komala yang juga asal Tangerang untuk mencari pesugihan dengan mendatangi dukun.

Korban memiliki banyak utang hingga menempuh cara instan datangi dukun. Tragisnya, korban bertemu dengan Pelaku utama AR yang membuka praktek perdukunan.

“Korban diajak menuju Pantai Selatan Sayang Heulang Garut untuk ritual mencari kekayaan. Selain baca mantra di tepi Pantai, ritual dilakukan di bawah batu karang,” ungkap Doni, Kamis (06/02/2020).

Doni melanjutkan, korban sempat menyetor uang Rp. 2,8 Juta rupiah sebagai mahar ritual. Namun, bukanya muncul solusi, korban justru merasa tertipu, lalu korban menuduh AR sebagai dukun palsu karena memiliki tato.

“Motifnya si pelaku AR ini kesal disebut dukun Palsu oleh korban karena dia bertato, selama ini korban belum pernah datangi dukun bertato. Dan korban juga merasa usaha mencari kekayaan melalui pelaku gagal,” tambahnya.

Lalu masih kata Doni, korban dihabisi di kawasan Pantai Sayang Heulang, Garut minggu, 26 Januari 2020 lalu. Usai tewas, korban kemudian dibuang di jurang kawasan Tajur Taraju hinga ditemukan Senin 27 febuari 2020.

Selain dipukuli, korban juga dihabisi dengan cara diberi Racun Portas atau racun ikan. Dalam keadaan tak sadarkan diri korban dibawa empat pelaku lain untuk mayatnya dibuang di Taraju.

Selain mengamankan pelaku, Polisi juga mengamankan barang bukti alat praktek ritual perdukunan mulai dufa,  tasbih, taring hewan buas, hp, pisau dan pakaian korban.

Tersangka di jerat dengan pasal 340 jo 338 KUHPidana dengan ancaman pidana 20 tahun penjara. (El-z)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.