HomeRegional

Masyarakat Kujangsari Kota Banjar Pertanyakan Status Lumbung yang Di Klaim Milik Desa

Masyarakat Kujangsari Kota Banjar Pertanyakan Status Lumbung yang Di Klaim Milik Desa

kamarang.com, Banjar - Kelompok Tani di Kujangsari menayakan status Lumbung yang di Klaim Lumbung Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar,

Bantuan Dinas Sosial di Kelurahan Bojongkantong Kota Banjar Diduga tidak Tepat Sasaran
Gerakan Pemuda Islam Kota Banjar Apresiasi KPK Datang ke Kota Banjar
KPK Sambangi Kota Banjar, Satu Perusahaan dan Kantor PUPR Serta Pendopo Diperiksa

kamarang.com, Banjar – Kelompok Tani di Kujangsari menayakan status Lumbung yang di Klaim Lumbung Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat.

Lumbung masyarakat Dusun Sindangasih ini Di kelola oleh Aan Herdiana dan di beri nama Kelompok Sri asih.

“Selaku pengelola Lumbung Kelompok Sri asih ini, saya mempertanyakan dan membantah ini lumbung desa, akan tetapi ini mutlak lumbung masyarakat,” terang Aan, kepada kamarang.com, Sabtu (01/08/2020).

Kepada kamarang.com, Aan Herdiana, mengaku, saat di tanya bantuan apa saja yang di terima oleh Kelompok Lumbung Sri Asih ini. Aan hanya berkata bahwa seingatnya, dirinya hanya menerima bantuan Waktu Jaman Kuwu (Kades) Rudi.

“Selain itu saya belum pernah menerima baik dari kuwu sebelumnya ataupun yang menjabat sekarang,” tambah Aan.

Terkait di pasangnya Spanduk Kampung Tangguh Lodaya Lumbung Desa Kujangsari.L, Aan mengaku kaget dengan spanduk kampung tangguh Lodaya yang menempel di dinding atas depan Lumbung Kelompok.

Menurutnya, Pemasangan spanduk bertuliskan ‘Lumbung pangan Desa Kujangsari Kecamatan Langensari kampung tangguh Lodaya’ itu tidak meminta izin dahulu terhadap dirinya selaku Pengelola Lumbung.

Aan mengaku melihat petugas menempelkan spanduk. “Tapi tanpa adanya pembicaraan apapun kepadanya Padahal Saat pemasangan Saya ada di rumah,” ujar Aan.

Meskipun Aan hanya Pengelola Lumbung Kelompok Sri Asih, ia menginginkan adanya kejelasan dari pihak desa.

“Aneh kenapa tidak ada yang ngobrol sama saya. Tiba-tiba aja saya lihat orang masang spanduk itu. Ya saya biarkan saja. Ya bagusnya selaku pemerintah Permisi dulu ke saya selaku pengelola Lumbung kelompok Sri Asih, supaya sama-sama enak dan tidak menjadi Pertanyaan di masyarakat,” pungkasnya. (Eboe)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
%d blogger menyukai ini: