kamarang.com, Tasikmalaya – Dua puluh dari tiga puluh orang terpilih untuk ikut pelatihan magang selama dua tahun di Jepang. Hal tersebut seperti yang diungkapkan Kadis Naker Kota Tasikmalaya, Rahmat Mahmuda usai pelepasan peserta magang.

“Iya kita sekarang melepas dua puluh orang yang akan magang di Jepang. Kebetulan dilepas langsung oleh pak wali,” ungkap Rahmat kepada media di bale kota, Senin (20/10/2020).

Rahmat melanjutkan, untuk per tahunnya, pemerintah Jepang membutuhkan tenaga kerja dari seluruh Indonesia sekitar 1000 orang dan untuk Tasik sendiri 100 orang.

“Ini kali kedua yang di gelar atas kerjasama kami dengan pemerintah Jepang. Kebutuhannya belum terpenuhi, Jepang butuh 1000 orang. Kami baru dua angkatan dengan yang mau berangkat sekarang ini,” tambah Rahmat.

Lalu Rahmat mengatakan, untuk tahap awal para peserta ikut magang dulu, nanti kalau sudah ada job langsung bekerja tetap di Jepang.

“Sekarang magang dulu, jika prestasinya oke ditarik sebagai karyawan di Jepang,” ungkapnya.

Adapun syarat untk magang di Jepang menurut Rahmat yang utama adalah minimal menguasai bahasa jepang standar, lalu jika memang sudah job, tinggal pemberangkat. “Adapun syarat yang lainnya masih dalam proses,” ujarnya

Saat ini baru ada satu LPK yang sudah bekerjasama memberangkatkan peserta magang. “Ada tiga LPK, namun baru satu yang sudah memberangkatkan, mudah-mudahan yang lain menyusul,” harapnya.

Dari satu LPK ada sekitar 60 orang yang berangkat itu berarti bisa mengurang angka pengangguran khususnya di Kota Tasikmalaya.

“Masyarakat itu kebanyakan belum berani ke luar negeri, padahal kalo melalui dinas dijamin keselamatannya. Dan kerja di Jepang lumayan gaji nya bisa mengangkat derajat ekonomi keluarga,” pungkasnya. (Al-g)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.