HomeEkonomi

Kreativ, Poktan Mutiara Barokah Indihiang Sulap Lahan Tidur Menjadi Lahan Pertanian

Kreativ, Poktan Mutiara Barokah Indihiang Sulap Lahan Tidur Menjadi Lahan Pertanian

kamarang.com, Tasikmalaya | Memasuki dua tahun usia pandemi Covid-19, masyarakat dituntut untuk menciptakan kreativitas dan inovasi, termasuk yang be

Rilis Inflasi 2020, BI KPw Tasikmalaya Catat telur Ayam Ras Penyumbang Utama Inflasi
Kabar Gembira, Kini Petani Bisa Miliki Hak Lahan Pertanian
Pandemi Covid-19 Tak Surutkan Para Petani Sambut Musim Panen

kamarang.com, Tasikmalaya | Memasuki dua tahun usia pandemi Covid-19, masyarakat dituntut untuk menciptakan kreativitas dan inovasi, termasuk yang berhubungan dengan pengembangan usaha untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.

Dan hal itu telah dilakukan warga RW 07 Kampung Cimanggu dan RW 012 Perum Mutiara Citra, Keluraha Sukamaju Kidul, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya. Gabungan warga dua ke-RW-an itu kompak membentuk kelompok tani untuk bersama-sama mengolah lahan tidur menjadi lahan pertanian.

Warga dua ke Rw an itu herhasil menyulap lahan seluas 420 m2, milik salah seorang warga yang awalnya tak terawat dan banyak ditumbuhi tanaman liar serta menjadi sarang binatang berbisa, menjadi lahan pertanian daun bawang.

“Alhamdulillah setelah kesepakatan itu kami langsung melakukan pengolahan lahan dengan membersihkan tanaman liar hingga layak untuk ditanami daun bawang. Semua dilakukan secara gotong royong,” terang sekretaris Kelompok Tani Mutiara Barokah, Eka Chandra Ramadani.

Eka menambahkan, dalam proses bertani, kelompoknya dibimbing langsung oleh penyuluh dari BPP Indihiang. Mulai dari proses pengolahan lahan, pemilihan bibit, penanam, perawatan hingga pemupukan.

“Kami haturkan terima kasih atas support dari pihak Kecamatan Indihiang, Kelurahan Sukamaju Kidul, BPP dan para pengurus kedua ke-RW-an, serta warga. Insya Allah apapun capaiannya saat panen perdana nanti kita jadikan bahan evaluasi dan menambah keilmuan tentang pertanian. Namun kita upayakan hasil panen maksimal,” tambah Eka.

Sementara itu, Pembina Kelompok Tani Mutiara Barokah, Dwi Friastoto menuturkan, pertanian menjadi sektor produktif dan tidak banyak terdampak pandemi sehingga dapat membantu mendongkrak pertumbuhan ekonomi warga, khususnya di Kelurahan Sukamaju Kidul.

“Ya, pertanian menjadi sektor produktif dan aman saat memasuki tahun kedua masa pandemi. Maka dari itu kami respon saat warga mempunyai ide, inisiatif untuk menciptakan lahan pertanian,” ungkap Dwi.

Selain menjadikan lahan tidur sebagai lahan produktif pertanian, Dwi menambahkan, Poktan Mutiara Barokah juga berkreasi agar lahan pertanian menjadi ramah lingkungan dengan mempercantik area sekitar seperti mengecat batu warna-warni, membangun saung yang dapat digunakan untuk penyuluhan, kongkow, ngopi, botram bahkan menjadi sarana ngaronda.

“Alhamdulillah, warga antusias atas perubahan disini, yang tadinya sareukseuk tak indah dipandang mata sekarang warga baik bapak-bapak, ibu-ibu, anak-anak dari kedua RW dapat bermain disekitar lahan pertanian. Bahkan ada juga yang datang hanya untuk sekedar ber-swafoto di spot selfie batu warna-warni dengan latar belakang hijaunya daun bawang dan Mesjid Al Barokah,” tambahnya.

Tak hanya itu, menurutnya, lahan pertanian Poktan Mutiara Barokah mempunyai sisi edukasi terutama bagi anak-anak. Dimana, mereka jadi tahu cara menanam, merawat tanaman dan tahu akan ragam tanaman yang ada disekeliling lahan pertanian daun bawang, seperti jahe, koneng, jeruk limo, jambu kristal, kelor dan lain lain.

“Insya Allah secara bertahap kedepannya kami ingin menciptakan wisata agro edukasi. Mudah-mudahan terwujud,” pungjasnya.

Tambahan infirmasi, Nama kelompok Tani Mutiara Barokah diambil dari perpaduan atas terjalinnya silaturahmi antara warga Perum Mutiara Citra dengan warga Kamoung Cimanggu khususnya para pengurus DKM Al Barokah. (***)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
%d blogger menyukai ini: