kamarang.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, resmi menahan Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman, terkait kasus dugaan suap ke mantan pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo.

“Pada hari ini KPK menahan saudara BBD (Budi Budiman), Wali Kota Tasikmalaya periode 2012-2017 dan 2017-2022 dalam perkara dugaan suap terkait dana alokasi khusus Kota Tasikmalaya 2018,” terang Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron, dalam jumpa pers, Jumat (23/10/2020).

Menurutnya, Budi akan ditahan 20 hari di Rutan Cabang KPK Kavling C1 sejak hari ini hingga 11 November 2020. Untuk menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19, Budi akan diisolasi terlebih dahulu selama 14 hari.

Seperti diketahui, KPK menetapkan Budi sebagai tersangka karena diduga memberi suap terkait pengajuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tasikmalaya, dengan total dugaan suap yang diberikan berjumlah Rp 400 juta.

Penetapan tersebut seperti yang diungkapkan Jubir KPK pada waktu itu, Febri Diansyah, Jumat 25 April 2020.
Pada waktu itu, Febri mengatakan, Budi diduga memberi uang total sebesar Rp 400 juta terkait dengan pengurusan DAK (Dana Alokasi Khusus) untuk Kota Tasikmalaya tahun anggaran 2018 kepada Yaya Purnomo dan kawan-kawan.

Budi disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Tipikor juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. Budi merupakan tersangka ke-7 dalam pusaran kasus dugaan suap terkait pengurusan DAK ini. (***)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.