kamarang.com, Banjar – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan aliran uang mencurigakan ke sebuah perusahaan swasta milik anak pejabat Kota Banjar, Jawa Barat. Uang tersebut diduga terkait pekerjaan infrastruktur Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Banjar.

Pelaksana tugas Juru Bicara KPK, Ali Fikri, mengatakan, dugaan aliran uang mencurigakan tersebut dikonfirmasi kepada salah satu saksi dari pihak pemeriksaan hari ini.

“Penyidik menggali pengetahuan saksi terkait adanya dugaan transaksi keuangan perusahaan dari pihak-pihak yang diduga ada hubungannya dengan anak salah satu pejabat daerah Kota Banjar. Masalah siapa Anak penjabatnya kami belum bisa menyebutkan sementara ini masih dalam tahap pendalaman,” ungkap Ali kepada Awak media dalam pesan tertulis, Selasa (04/08/20).

Agenda pemeriksa ini Selain memeriksa Fan, penyidik KPK juga mengagendakan pemeriksaan Kepala Bidang Dinas PUPR Kota Banjar, Har. Namun Har tidak bisa memenuhi panggilan dan meminta penjadwalan ulang.

“Penjadwalan ulang dan diagendakan di hari Kamis (06/08/20). Kami saat ini belum dapat menyampaikan detail pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka,” tambahnya

Di ketahui sebelumnya Penyidik KPK melakukan Pengeledahan di beberapa tempat dan memeriksa beberapa saksi untuk mengumpulkan Alat Bukti untuk melengkapi berkas pemeriksaan penyidikan dugaan korupsi terkait proyek pekerjaan infrastruktur pada dinas PUPR Kota Banjar Tahun 2012-2017. Hanya saja, sampai saat ini KPK belum mengumumkan para pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka. (Eboe)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.