HomeKesehatan

Khawatir Jadi Klaster Baru Covid 19, Haul Salah Satu Ponpes di Tasikmalaya Batal Digelar

Khawatir Jadi Klaster Baru Covid 19, Haul Salah Satu Ponpes di Tasikmalaya Batal Digelar

kamarang.com, Tasikmalaya - Dikhawatirkan menjadi klaster covid 19, kegiatan Haul Pondok Pesantren Daarun Nizham Cintaraja, Tasikmalaya, Jawa Barat b

Satu Nakes Terkonfirmasi Positif, Puskesmas Salawu Sterilkan Ruangan
Kasus Covid-19 di Kota Banjar Meningkat
Iringan Ambulance Warnai Penjemputan Puluhan Pasien Covid-19 Klaster Senam Puspahiang

kamarang.com, Tasikmalaya – Dikhawatirkan menjadi klaster covid 19, kegiatan Haul Pondok Pesantren Daarun Nizham Cintaraja, Tasikmalaya, Jawa Barat batal digelar.

Haul ini direncanakan puncaknya di gelar Minggu (04/10/2020) esok dengan dihadiri 1700 alumni, Santri dan orang tua santri terpaksa ditunda dan menunggu Covid 19 reda.

Pihak Pondok Pesantren sengaja menunda kegiatan haul meski persiapan sudah sangat matang. Terlihat di lokasi haul sudah dipasang tenda, disediakan karpet dan panggung tabligh. Bahkan, Pedagang sudah berjejer di lokasi untuk berjualan.

Pimpinan Pondok Pesantren Daarun Nizham, KH. Muhammad Yamin Hambali, Mengaku sengaja menunda Haul karena beresiko jadi klaster Covid 19. Apalagi, jemaah yang hadir diprediksi bisa mencapai 1700 orang. Tentu hal ini sulit untuk menerapkan protokol kesehatan.

“Kami tidak ingin Ponpes Daarun Nizham jadi klaster baru penyebaran Covid 19. Saya sampaikan permohoman maaf pada jemaah, alumni santri dan orang tua santri kami tunda dulu acara Haul ke delapan ini sampai Situasi Covid 19 selesai,” Ucap KH. Muhammad Yamin Hambali, Pimpinan Pondok Pesantren Daarun Nizham.

Kepolisian Resort Tasikmalaya dan Perwakilan Satuan Tugas Covid 19 Kabupaten Tasikmalaya meminta Pimpinan Pondok Pesantren menunda kegiatan haul atau ulang tahun lembaga pendidikan islam ini. 

“Kami datang ke Pondok Pesantren Daarun Nizham Cintaraja, untuk meminta Pak Kiayi menunda kegiatan Haul. Alhamdulillah pak Kiayi legowo,” ucap Kompol Agus Syafrudin, WakaPolres Tasikmalaya.

Kepolisian sengaja melakukan pendekatan humanis untuk mencegah terjadinya kerumunan yang berpotensi abai protokol kesehatan.

“Kami melaksanakan pendekatan humanis. Alhamdulillah pihak ponpes dan pak kiayi memahami kondisi saat ini hingga tunda kegiatan tersebut,” terang AKBP Hendria Lesmana, Kapolres Tasikmalaya, Sabtu (03/10/2020).

Apresiasi ditunjukan Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum untuk Pondok Pesantren Daarun Nizham. Uu sapaan akrabnya berterimakasih atas tindakan Pimpinan Pondok Pesantren yang mengikhlaskan acara haul ditunda. Padahal, Uu mengetahui persiapan haul itu panjang bisa berbulan bulan.

“Saya sangat apresiasi tindakan Pak Kiayi Di Daarun Nizham yang tunda haul, padahal sudah di detik detik akhir pelaksanaan. Sehari lagi menuju hari H. Ini harus jadi Contoh Lembaga Manapun agar turut membantu mengantisipasi dan memutus mata rantai Covid 19. Saya sampaikan apresiasinya pada Pak kiayi dan juga jajaran Polres Tasikmalaya yang sangat persuasif juga satgas Covid 19”, Ucap UU Ruzhanul Ulum, Wakil Gubernur Jawa Barat.

Seperti diketahui, Pemerintah sudah melarang kegiatan tatap muka yang dihadiri lebih dari 50 orang. Karena pengumpulan masa dalam jumlah besar rentan menyebarkan covid 19. (***)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
%d blogger menyukai ini: