kamarang.com, Banjar – Kumuh dan kotor itu mungkin kata yang tepat ketika sekilas melihat pemandangan di alun alun Kota Banjar. Pemandangan seperti itu menjadi hal yang sudah biasa terlihat apalagi di musim penghujan. 

Pedagang yang setiap hari berdagang di alun alun kota Banjar sengaja meninggalkan roda atau tempat dagangannya di alun alun sehingga meninggalkan kesan kumuh apalagi terlihat sampah berserakan di mana mana.

Salah satu warga yang tak mau di sebutkan namanya, ketika kebetulan lewat alun alun kota Banjar di minta tanggapan terkait kondisi seperti itu. Dia mengatakan, hal seperti itu sudah biasa terlihat apalagi kalau pas hujan turun.

“Sudah gak aneh mas, tiap lewat sini pasti kondisi ini sering terlihat, di tambah hujan makin males orang bersih bersih,” katanya, Senin (26/10/2020).

Sementara Ketua Lembaga Penyelamat Lingkungan Hidup Indonesia – Kawasan Laut, Hutan dan Industri (LPLHI-KLHI) Johan Wijaya yang akrab di Sapa Abah Johan, mengatakan sangat miris melihat kondisi seperti itu.

Menurutnya, tingkat kesadaran para pelaku usaha dalam menjaga kebersihan alun alun Kota Banjar sangat rendah, apalagi alun alun kota Banjar selain sebagai muka/wajah kota Banjar itu akan mencoreng Citra kota Banjar sebagai peraih Adipura.

“Miris aja melihat kondisi alun alun kota Banjar terkesan kumuh, cerminan tingkat kesadaran dalam hal kebersihan sangat rendah, karena mereka beranggapan ada para petugas kebersihan yang akan menangani nya,” ungkap Johan.

Ia melanjutkan, Dinas terkait harus bertanggung jawab atas kumuhnya alun – alun Kota Banjar. “Jangan hanya menarik retribusi dan iuran kebersihan saja,” tambah Johan.

Abah Johan berharap kondisi ini jangan sampai berlarut larut dan segera diatasi, sehingga Kota Banjar dengan jargon BERSERI itu benar benar terimplemantasikan dengan kondisi di lapangan salah satunya alun alun Kota Banjar. (Eboe)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.