HomeEkonomi

Keterbatasan Fisik Tak Membuat Minder Nia Meraih Sukses

Keterbatasan Fisik Tak Membuat Minder Nia Meraih Sukses

kamarang.com, Banjar - Menjadi seorang difabel tak membuat seorang Enok Sri Kurniasih (46), menjadi patah arang dalam berjuang menuju kemandirian hid

Gendut Munu’u, Rangginang Purwaharja Laris Manis di Tengah Pandemi
KPW BI Tasikmalaya Konsisten Berikan Beasiswa bagi Mahasiswa Berprestasi
BI Targetkan 12 Juta Merchant QRIS Nasional tahun 2021

kamarang.com, Banjar – Menjadi seorang difabel tak membuat seorang Enok Sri Kurniasih (46), menjadi patah arang dalam berjuang menuju kemandirian hidup dan financial.

Warga Kampung Citaman, Desa Cicapar, Kecamatan Banjarsari, Ciamis, Jawa Barat ini, kini sukses mengelola produk minuman nata de coco yang tentu dengan perjuangan panjang.

Keterbatasan fisik yang dialami Nia, sapaan akrab Enok, akibat kecelakaan 25 tahun silam, membuat upayanya dalam meraih kesuksesan tidaklah mudah.

Maklum hingga kini masih ada diskriminasi bagi mereka yang kekurangan fisik.

“Ya seperti saya ini,” ujar Nia, dalam obrolan hangatnya dengan awak media, saat kunjungan kerja minta binaan Bank Indonesia (BI), di rumahnya, Senin (09/11/2020).

Jalan hidup yang Nia alami memang tidaklah mudah, namun meskipun demikian ia tidaklah takluk pada takdir yang diberikan sang Khalik.

Usaha olahan nata de coco, akhirnya ia ambil sebagai ihtiar awal, pendapatan tambahan keluarga. Siangnya ia bekerja, malamnya bersama suaminya baru mengolah bahan.

Melimpahnya bahan dasar limbah air kelapa di pasar tradisional, serta pohon kelapa milik warga, alasan yang membuatnya tertantang mengolah bahan makanan dari kelapa tersebut.

Menurutnya, Indonesia itu salah satu negara penghasil kelapa terbesar dunia, bahan baku air kelapa tersedia setiap saat.

Nia mulai usaha dari bawah, dengan modal membeli 400 nampan bekas, hasil urungan bersama suami pada awal 2001 silam. “Saya tidak punya karyawan, seluruhnya saya jalankan berdua bersama suami,” lanjut dia.

Gayung bersambut, pengalaman yang ia peroleh selama enam tahun menjadi karyawan, saat membantu kakak sepupunya menjalankan usaha nata de coco, cukup bermanfaat.

“Bisnis nata de coco itu adalah bisnis mikroba, bisa jadi 10, 100, atau bahkan 1.000,” kata dia.

Menurut Nia, bahan baku dari olahan air kelapa itu tidak hanya bisa dibuat untuk nata de coco saja, namun dibutuhkan juga untuk sektor industri non food seperti bahan kertas, textile, layar LCD dan lainnya.

“Asal barangnya ada, pangsa pasarnya sangat luas, banyak yang membutuhkan,” ujar dia sedikit berbagi.

Khusus bisnis makanan yang ia jalankan saat ini, sudah ada beberapa produk yang diolah, mulai minuman natural nata de coco, hingga bahan campuran minuman lain. “Saya sudah mencoba dicampur dengan honje minuman berbahan lokal, rasanya enak,” kata dia.

Bahkan Nia. menceritakan, dalam beberapa momen liburan panjang seperti idul fitri dan lainnya, permintaan pun melonjak signifikan. “Kadang tidak bisa kita sanggupi sebab kemampuan kita yang terbatas,” kata dia.

Namun Nia mengakui, keberhasilan yang ia raih sekarang meelalui usaha nata de coco dengan brand Naza De Coco ini ada campur tangan pihak pihak yang selalu mensuport dirinya, salah satunya Bank Indonesia.

“BI itu tidak memberikan ikannya tapi kailnya, banyak sekali manfaatnya terutama soal kedisiplinan dan etos kerja bagaimana menghadapi konsumen,” kata dia.

Kini produknya tidak hanya menjadi pemimpin pasar di Ciamis, namun sudah merambah wilayah lain. Sebut saja produk olahan Wong Koko Lampung, kemudian Bekasi, Bogor, Cianjur, ngantri minta kiriman bahan baku nata de coco Naza miliknya.

“Insyaalloh dalam waktu dekat pabrik kami segera didatangi BPOM untuk menguji kualitas,” kata dia.

Untuk diketahui, saat ini produksi harian dari Naza De Coco bisa mencapai sebanyak 4 ton, kalau sebulan sekitar 80 -100 ton.

Dengan total produksinya itu, Nia sudah mampu menghasilkan penjualan hingga Rp 200 juta per bulan, dengan melibatkan hingga 36 pegawai warga sekitar.

“Intinya kita kerja keras, kerja cerdas dan jangan patah semangat,” kata dia sedikit membuka celah tips suksesnya dalam membuka usaha. (K13)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
%d blogger menyukai ini: