kamarang.com, Banjar – Di hari Adhyaksa ke 60, Forum Reformasi Dinasti Kota Banjar (FRDB) melakukan Silaturahmi sekaligus hearing ke Kantor Kejaksaan Negeri Kota Banjar pada Kamis, (23/07/2020).

Kedatangan FRDB diterima langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kota Banjar, Gunadi, SH, MM beserta jajarannya. Silaturahmi tersebut dalam rangka mendorong dan mendukung Aparat Penegak Hukum (APH) khususnya Kejari Banjar dalam penanganan dugaan kasus – kasus di Kota Banjar diluar kasus korupsi yang kini tengah ditangani pihak KPK.

FRDB menyampaikan beberapa dugaan praktek korupsi yang merugikan Negara dan Masyarakat Kota Banjar antara lain pengembangan dugaan kasus; BWP, Pasar Karang Taruna, Pungli parkir Jalan Let. Jen Suwarto Banjar serta kasus tiga orang mantan anggota DPRD Kota Banjar.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Banjar, Gunadi, menerangkan kepada para awak media, bahwa pihaknya akan mempelajari dan melakukan penyelidikan beberapa berkas dugaan kasus yang dilaporkan oleh FRDB.

“Dugaan kasus  – kasus tersebut bukan disaat saya menjabat. Apabila dari hasil pemeriksaan berkas dan penyelidikan nanti terbukti. Maka kami akan menindaklanjutinya sesuai prosedural hukum yang berlaku,” terang Gunadi.

FRDB akan memantau pergerakan proses laporan dugaan korupsi yang kini berkasnya telah diberikan kepada Kajari Banjar. Ir. Soedrajat  bersama aktivis dan ormas yang tergabung di FRDB sepakat akan meninjau keseriusan pergerakan penanganan kasus oleh Kejaksaan Negeri Kota Banjar  dalam waktu kurang lebih satu Bulan.

Setelah selesai silaturahmi hearing antara FRDB dan Kejari Banjar, FRDB menyuguhkan taetrikal adegan seorang aktifis melaporkan berkas kasus sang penguasa akan tetapi pihak APH menerimanya biasa – biasa saja sedangkan ketika melaporkan seorang warga yang mencuri singkong pihak APH langsung menindak secara hukum. Teatrikal tersebut memberikan pesan inti agar Aparat penegeak hukum tidak tumpul keatas dalam penegakan hukum di Kota Banjar.

Sementara di tempat yang sama Yayan S Cartiyan, selaku dewan syuro Gerakan Pemuda Islam (GPI) Kota Banjar mempertanyakan tentang sikap Walikota Banjar dengan kejadian KPK sambangi Kota Banjar.

“Masyarakat menunggu dan berharap Walikota Banjar memberikan Penjelasan atau keterangan kedatangan KPK di Kota Banjar ada apa KPK datang dan melakukan penggeledahan di Kota Banjar,” ujar Yayan

Seharusnya Selaku Walikota Banjar lanjut Yayan, segera memberikan keterangan kepada masyarakat jangan hanya minta Do’a saja. Karena Masyarakat juga perlu tau ada apa di Kota Banjar ini jangan hanya diam dan tutup mulut ketika di wawancara media dan terus melakukan giat.

“Walikota emang memberikan penjelasan kejadian KPK datang dan melakukan pengeledahan perlu berapa waktu tidak menghabiskan satu hari kenapa susah memberikan keterangan,” tambah Yayan S cartiyan selaku Dewan syuro Gerakan Pemuda Islam (GPI) Kota Banjar. (Eboe)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.