HomeRegional

Kadishub Kabupaten Tasik Beberkan Rincian Penggunaan Anggaran Covid-19 pada Program Gasibu

Kadishub Kabupaten Tasik Beberkan Rincian Penggunaan Anggaran Covid-19 pada Program Gasibu

kamarang.com, Tasikmalaya - Menjawab pertanyaan beberapa elemen masyarakat terkait penggunaan anggaran Covid-19, pada program Gasibu (Gerakan Nasi Bu

Sat Lantas Polres Majalengka Ajak Masyarakat Hadapi AKB dengan Patuhi Protokol Kesehatan
Ketua PK KNPI Jatiwaras Jadi Pemantik Masyarakat Berswadaya Bangun Jalan
KPK Periksa Sembilan Orang Saksi Terkait Dugaan Korupsi di Kota Banjar

kamarang.com, Tasikmalaya – Menjawab pertanyaan beberapa elemen masyarakat terkait penggunaan anggaran Covid-19, pada program Gasibu (Gerakan Nasi Bungkus), yang dilaksanakan pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Tasikmalaya, Kadishub Asep Darisman mengatakan, program tersebut sudah dilaksanakan di 8 posko yang sudah ditentukan.

“Ya program Gasibu kita laksanakan di 8 posko dengan sasaran para awak transportasi dan juga masyarakat di sekitar posko. Tempatnya seperti di terminal, pangkalan ojeg dan tempat strategis lainnya,” terang Asep kepada kamarang.com, di ruang kerjanya, Jumat (03/07/2020).

Adapun jumlah nasi bungkus yang dibagikan, Asep mengatakan totalnya sebanyak 94 ribu bungkus dengan harga perbungkusnya 10.000 rupiah. “Kita bagikan selama lima hari berturut turut, jumlah keseluruhannya ada 94 ribu bungkus, kalau di kali 10.000 rupiah jumlahnya menjadi 940 juta. Semua biaya 1 miliar, nah sisanya 60 jt digunakan untuk biaya sewa kendaraan, pembuatan spanduk dan uang lelah petugas,” tambahnya.

Adapun kabar yang hanya 17 ribu bungkus total nasi yang diberikan, Asep mengatakan, itu per satu hari nya, dikalikan 5 hari. “Tapi itu bukan 17 ribu, tapi 18.800 bungkus perharinya kita bagikan, dikali 5 hari jadi jumlah totalnya 94 ribu bungkus. Yang 17 ribu itu mungkin saya belum selesai menjelaskan, kabar sudah beredar,” terangnya.

Dengan adanya penjelasan seperti ini, Asep berharap masyarakat bisa memaklumi dan memahami kondisi sebenarnya. Namun mengenai rincian posko ini dapat berapa bungkus nasi, Asep mengakui itu belum bisa diakomodir. “Ya kami akui kelemahannya, di tiap posko dan pangkalan, kami tidak ada catatan berapa nasi bungkus yang dibagikan, tapi alhamdulillah sesuai jumlah, semua sudah tersalurkan,” pungkasnya. (K13)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
%d blogger menyukai ini: