kamarang.com, Tasikmalaya – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tasikmalaya, mengatakan, sedikitnya kurang lebih 1800an pekerja dari 10 perusahaan besar di Kota Tasikmalaya sudah dirumahkan. Hal itu kemungkinan terus bertambah.

“Sampai saat ini, ada sekitar 1800 karyawan yang di rumahkan, dari 10 perusahaan besar yang ada di Kota Tasikmalaya. Saya kira ini akan terus bertambah karena dampaknya baru minggu-minggu ini,” terang Rahmat Mahmuda, Kadisnaker Kota Tasikmalaya.

Rahmat menambahkan, pihaknya sudah menyampaikan data tersebut ke komisi IV, dan rencananya akan dikoordinasikan lagi dengan Dinas Sosial.

“Diharapkan dengan data yang lebih akurat nantinya tidak ada data yang double” tambah Rahmat.

Selain dengan Dinsos, Rahmat juga mengatakan tengah berkoordinasi dengan Dinas Indag Kota Tasikmalaya untuk melaporkan lebih dari 1000 UMKM yang mereka usulkan agar mendapatkan Kartu Pra-Kerja.

“Kartu Pra-Kerja mungkin jangka panjang, jadi yang belum dapat sekarang tidak perlu khawatir, kan sampai 5 Tahun jadi bisa berlanjut,” ujarnya.

Terkait PHK, Rahmat mengatakan, hal itu belum terjadi, tetapi perusahaan-perusahaan di Kota Tasik telah menyampaikan beberapa kesulitan mereka terutamanya bahan baku.

“Sampai saat ini yang di PHK langsung belum ada. Meskipun perusahaan-perusahaan sudah menyampaikan beberapa kesulitannya kepada kami terutamanya bahan baku, kalau misal situasi terus berjalan, maka ada kemungkinan ada PHK, tapi ya itu tadi yang kita harapkan itu tidak terjadi,” terangnya.

Sejauh ini, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran baik dari Kementerian terkait, Gubernur Provinsi Jawa Barat, dan Walikota Tasikmalaya kepada Perusahaan-perusahaan.

“Kami juga telah bekerjasama dengan Balai Pengawas yang memang mempunyai Tupoksi K3, yaitu Kebersihan, Keamanan, dan Keselamatan yang dipantau langsung oleh Disnaker Kota Tasik yang juga bekerjasama dengan Asosiasi seperti Kadin, dan Apindo,” pungkasnya. (red*)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.