kamarang.com, Tasikmalaya – Proses Pemilu Kada 2020 telah usai, berbagai ragam peristiwa sampai polemik mewarnai prosesnya terkhusus di kabupaten Tasikmalaya. Terakhir polemik mewarnai proses penghitungan surat suara hasil pencoblosan, ada dua kubu saling mengklaim kemenangan. Pasangan nomor 4 klaim kemenangan berdasarkan hasil hitung cepat Lingkaran Survey Indonesia (LSI) Denny JA, sementara pasangan 02 mengklaim hasil pemenangan dari real count KPU.

Menanggapi hal tersebut Presiden Mahasiswa STIE Cipasung, Nuril Huda mengatakan, perlunya transparansi data hasil perhitungan suara pemilihan bupati tasikmalaya kepada masyarakat maupun pada tim pemenangan paslon, untuk mencegah terjadinya keributan dan disinformasi antara KPU dengan masyarakat, tim pemenangan bahkan awak media.

Menurutnya, simpang siurnya data yang beredar malah menjadi bahan perselisihan antara masyarakat. Maka. harus adanya keterbukaan yang real, pemantauan yang ketat dan mempermudah akses media yang ingin memberitahukan informasi pada masyarakat dari operator KPU secara langsung.

Keterlibatan satgas pun sangat diperlukan pada momentum ini, protokol kesehatan yang harus tetap ketat agar tidak terciptanya klaster baru karena tim pemenengan dan media tidak berkerumun di depan kantor KPU dengan tujuan memastikan data pemenangan paslon bupati. “Jangan sampai, ketika pemungutan suara protokol kesehatan sangat ketat dilakukan akan tetapi ketika pemenangan malah melanggar sejadi-jadinya, ini masalah besar dan kelalaian,” terang Nuril melalui pres rilisnya.

Ia juga mengomentari karena sistem pemilihan dilakukan secara demokrasi, maka data hasil perhitungan pun harus disampaikan secara transparan. “Jangan ada permainan politik hanya untuk kepentingan pribadi dan golongan. Terlebih penimbunan data semata-mata jadi bahan pertaruhan,” tambahnya.

Terakhir, Nuril mengatakan, keberhasilan dan kegagalan pemilukada ditentukan oleh penyajian informasi. “Yang seharusnya di cegah adalah media quick count yang menyajikan data yang timpang dan data yang keluar didapat dari hasil permainan. KPU dan bawaslu tetap pantau dan kawal demi Kabupaten Tasik lebih unggul!” tegasnya.

Hal serupa disampaikan Lutpi Lutpiansya, ketua GMNU Kabupaten Tasikmalaya. menurutnya, di samping KPU Harus transparan, ia mengajak kepada seluruh kandidat ketika mempunyai hitungan realqount / quick count masing-masing hasil dari pemilihan Rabu kemarin tidak tergesa-gesa saling mengklaim sekalipun akurasi nya jelas, tetapi harus hargai dulu Proses Penyelenggara pemilu dalam menghitung hasil keseluruhan di masing-masing kecamatan di kabupaten Tasikmalaya.

“Sehingga Apapun hasilnya yang di Plenokan di KPU Itu menjadi keputusan bersama dan harus di kawal bersama-sama,” singkatnya. (K23)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.