HomeEkonomi

Gendut Munu’u, Rangginang Purwaharja Laris Manis di Tengah Pandemi

Gendut Munu’u, Rangginang Purwaharja Laris Manis di Tengah Pandemi

kamarang.com | Meski terdampak pandemi covid19, makanan ringan Ranginang Purwaharja asal Kota Banjar, untuk lebaran tahun ini cukup laris manis. W

BI Targetkan 12 Juta Merchant QRIS Nasional tahun 2021
KPW BI Tasikmalaya Konsisten Berikan Beasiswa bagi Mahasiswa Berprestasi
Keterbatasan Fisik Tak Membuat Minder Nia Meraih Sukses

kamarang.com | Meski terdampak pandemi covid19, makanan ringan Ranginang Purwaharja asal Kota Banjar, untuk lebaran tahun ini cukup laris manis.

Wawat Herawati, Sekretaris Sentra Ranginang Purwaharja, mengatakan, peningkatan penjualannya mencapai 50 persen.

Adapun penjualan produksi untyk tahun ini, terang Wawat sudah mencapai 5 kuintal, berbeda dengan tahun sebelumnya yakni hanya 4 kuintal.

“Ramadan belum berakhir, alhamdulillah pesanan sudah mencapai 5 kuintal. Kami target produksi sampai H-1,” terangnya, Jumat (07/05/21).

Adapun produksi perharinya, menurut Wawat ditargetkan untuk memenuhi pasaran lokal dan luar Jawa.

Untuk memenuhi target tersebut dapat dikejar setelah adanya Bantuan mesin oven besar dari Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya yang mampu menampung Per hari 50-75 kg.

“Dulu kan dari proses awal sampai jadi butuh waktu 4 hari, dengan oven skala besar dua hari bisa langsung ke pasaran,” jelasnya.

Ranginang Purwaharja yang terkenal gendut dan ‘munu’u’ di pasaran ini, dibanderol Rp 40 ribu per kilogram.

Adapun pemasarannya dilakukan secara offline dan online, sudah menjangkaubluar kota dan luar pulau, bahkan sampai ke luar negeri, seperti Jepang dan Turki.

“Untuk ke luar negeri, ada orang sini penya kerabat di sana, jadi ketika ke luar negeri ini rangginang dibawanya,” ujarnya.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Nurtjipto mengatakan pihaknya bersinergi dengan Pemkot Banjar dalam pengembangan sentra ranginang.

“Kita berikan oven rengginang sebanyak 5 buah dengan kapasitas masing-masing 25 kg agar produksi tidak tergantung sinar matahari,” ucapnya.

Selain bantuan peralatan, juga pengembangan pelatihan pemasaran online, fasilitasi perpanjangan sertifikat halal dan fasilitasi Akses kredit (KUR).

“Potensi sentra ranginang ini cukup terbuka, selain pasar tradisional dan modern kita mulai mempersiapkan produk tembus pasar ekspor,” katanya.

Sekretaris Dinas KUKMP Kota Banjar, Neneng Widya Hastuti mengatakan selain pendampingan BI Tasikmalaya, juga didorong berbagai program.

Mulai dari hak kekayaan intelektual, dan diversifikasi produk ranginang.

“Ada juga rangicok, ranginang coklat dengan berbagai varian rasa. Jadi lebih masa kini,” katanya. (***)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
%d blogger menyukai ini: