kamarang.com, Tasikmalaya – Selain punya objek wisata Puji Ningrum, Desa Janggala juga punya pengrajin asli Batik Karuhun Sukapura yang berada di Kampung Ciseupan. Daerah tersebut merupakan cikal bakal adanya Batik Sukapura.

Dengan adanya pengrajin batik tersebut, maka dibentuklah kelompok Pengrajin Batik Gandok Jaya Mukti atas dorongan dari pihak kades bersama sesepuh tokoh Pengrajin Batik Tulis Sukapura.

Dan dengan dibentuknya kelompok pengrajin batik, kini geliat batik Sukapura mulai kelihatan, yang tadinya sudah mulai melemah meredup setelah meninggalnya Bapak Enung, sesepuh pengrajin batik asli Sukapura.

Untuk itu Kades bersama Pa Edang Ramdani Ketua kelompok Batik Tulis Sukapura mengajak memahami, melestarikan Batik Tulis Sukapura yang mulai redup.

“Untuk sekarang, jumlah pengrajin batik di Desa Janggala ada 25 orang pengrajin batik sepuh dan kaum muda. Karena generasi muda khususna di Desa Janggala sudah mulai memahami betapa pentingnya menjaga melestarikan warisan budaya leluhur batik Karuhun Sukapura,” ungkap Kades Janggala, Asep Ahmad Kastoyo.

Lebih lanjut Asep mengatakan, saat ini Batik Tulis Sukapura telah mendapat perhatian dari Bank Indonesia Kpw Tasikmalaya berupa bantuan khusus yakni permodalan seperti alat batik, kain termasuk upah juga. “Kalau dulu dibawah standar upah untuk sekarang mulai meningkat, menjadikan geliat semangat bukan hanya pengrajin batik sesepuh tapi sekarang sudah mulai ada regenarisi pengrajin batik kaum muda bangkit untuk melestarikan batik Karuhun Sukapura,” tambah Asep.

Disisi lain, Pa Edang Ramdani sebagai ketua kelompok Batik Karuhun Sukapura sekaligus anggota KKI ( Karya Kreatif Indonesia) mengatakan, untuk ciri khas warna batik sukapura ada 3 warna, Merah Bata, Biru Dongker, Hitam dan itu sudah ada dari dulu sejak para leluhur pengrajin batik sukapura.

Menurutnya, Batik Sukapura Identik kental dengan sejarah sukapura sekaligus sebagai pembeda dari batik yang lain. Adapun motip batik buhun sukapura yang masih tetap dilestarikan masih dicetak tulis ada 7 motip batik buhun seperti motif Rereng Manis Kombinasi, Rereng Spiral, Rereng Kumeli, Motif Daun Taleus, Rereng Pisang Bali Kombinasi, Rereng Suliga Merah Hitam, Rereng Suliga Merah Putih.

Tetapi seiring perkembangan zaman, para pengrajin Natik Sukapura juga mulai melakukan inovasi-inovasi baru dengan corak motif baru seperti Motif kupu-kupu, Motif Kujang, Lereng Kujang, Motif Ikan bahkan ada terobosan baru batik sukapura akan memproduksi batik sutra.

“Untuk penjualan batik sukapura sekarang sudah mulai tiap sekolah memakai batik sukapura begitu juga dari pihak Bank BI memfasilitasi memasarkan hasil karya batik sukapura yang sudah laku di pasaran bahkan sampai mengikuti pameran-pameran besar batik di Jakarta,” terang Edang.

Baik Edang maupun pihak desa berharap Batik Sukapura bisa terkenal kembali seperti dulu, yang sekarang sudah mulai redup bisa bangkit kembali. “Bagi para pengrajin batik semoga bisa meningkatkan tarap hidup perekonomian, menjaring lapangan kerja baru sekaligus menjaga atau ngamumule warisan leluhur yaitu batik karuhun sukapura,” pungkasnya. (Day)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.