kamarang.com, Banjar – Ribuan warga yang mengatasnamakan Forum Umat Islam dan Masyarakat Kota Banjar menggelar apel siaga melawan ideologi komunis dan menolak RUU HIP serta bubarkan BPIP. Aksi dilakukan di Alun-Alun Kota Banjar Jumat (24/07/20).

Dalam aksi tersebut, perwakilan aksi melakukan atraksi pencak silat dan debus. Usai melakukan aksinya, massa bertolak ke kantor DPRD Kota Banjar untuk meminta para wakil rakyat menuntut aspirasi mereka disampaikan ke DPR RI. Mereka disana diterima 11 anggota DPRD Kota Banjar sambil berorasi.

“Pertama umat Islam dan masyarakat Kota Banjar mendeklarasikan menolak RUU Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan menuntut supaya RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) segera dicabut atau dihapus dari pembahasan di DPR RI,” kata penanggung jawab aksi KH Mukhtar Ghozali.

Kedua, mereka menyebut upaya merubah pancasila dan haluan ideologi pancasila merupakan bentuk makar. Dan menuntut aparat penegak hukum mengusut tuntas serta menghukum semua pihak yang terkait dalam penyusunan RUU HIP.

Ketiga, bubarkan BPIP, keempat massa patuh, mendukung dan siap mengawal maklumat MUI pusat. Dan kelima, jika RUU HIP dan BPIP disahkan, massa siap berjihad melawan komunisme dan segala bentuk kedzoliman demi keutuhan NKRI sebagaimana maklumat MUI pusat.

“Kalau masih tetap tidak dicabut kita akan terus melakukan aksi lanjutan yang lebih banyak lagi sampai apa yang diaspirasikan dikabulkan,” tegasnya.

Adapun Wakil Ketua II DPRD Kota Banjar, Tri Pamuji Rudiyanto, mengatakan siap akan menyampaikan aspirasi masyarakat ke pusat untuk mencabut RUU HIP dan BPIP. Karena hal itu memang bertentangan dengan ideologi pancasila.

“Kami secepatnya akan bersurat ke DPR RI agar aspirasi masyarakat dan umat Islam Kota Banjar bisa diterima,” ujarnya.

Sementara di tempat yang sama di gedung DPRD kota banjar salah satu elemen masyarakat Yayan S Cartiyan selaku Dewan syuro Gerakan Pemuda Islam (GPI) kota banjar saat di wawancara kamarang.com mengatakan, GPI dan berbagai organisasi masyarakat akat terus menyuarakan menolak RUU HIP dan BPIP sampai benar benar di tolak atau tidak di syahkan. “Kami akan terus menggelar aksi penolakan,” ujar Yayan kepada kamarang.com. (Eboe)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.