kamarang.com, Tasikmalaya – Ditangan dingin sang maestro lukis Tasikmalaya, Eri Aksa Heryadi, kerajinan ikonik Kota Tasikmalaya, yakni Payung Geulis kini terus membooming ke penjuru Nusantara.

Belum lama ini, Payung Geulis mulai menunjukan keindahannya di Purwakarta. Dedi Mulyadi, mantan Bupati Purwakarta yang juga peconta seni, melirik Payung Geulis untuk dijadikan spot bagi masyarakat sana.

Puncak viralnya Payung Geulis di Tasikmalaya di mulai tahun 2017, ketika dijadikan ornamen ikonik saat helaran Tasik Oktober Festival atau yang dikebal dengan TOF pada puncak Hari Jadi Kota Tasikmalaya.

Eri menerangkan, sebelumnya ia hanya ingin menghidupkan kembali ikon Kota Tasikmalaya yakni Payung Geulis yang semula seperti Hidup Enggan Mati Tak Mau.

“Ya, ada moment TOF kita coba ikut pameran, kebetulan di pinta sebagai ikon pada waktu itu. Alhamdulillah diluar ekspektasi ternyata jadi viral dan penjualan pun tidak tertahan,” terangnya.

Sampai sekarang, tambah Eri, pesanan pun mulai berdatangan, baik dari dalam maupun luar kota. “Ada yang dijual lepas ada yang disewa. Mungkin ini hikmahnya, meski dulu hanya membantu menghidupkan kembali ikon yang seakan mati suri ini,” tambahnya.

Dengan semakin viralnya Payung Geulis dan banyaknya pesanan untuk dibuatkan payung tersebut, kini Eri bisa memberdayakan warga sekitar untuk diajak bekerja dengannya.

“Alhamdulillah, ada sekitar 20 warga yang bisa kita berdayakan. Kebetulan sekarang pesanan terus meningkat,” terangnya.

Meskipun tidak bisa memprediksi kedepannya payung geulis seperti apa, namun Eri optimis Payung Geulis Asli Tasik akan terus eksis.

Informasi tambahan, bagi yang ingin pesen payung geulis, baik di sewa maupun di beli bisa datang langsung ke Sanggar Kinanti Cisumur, Kawalu, Kota Tasikmalay, Jawa Barat, atau bisa menghubungi no 081311233313 / +62 852-2108-8377. (Al-g)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.