HomeRegional

Dua Orang Buruh Pengedar Sabu Diamankan Satnarkoba Polresta Tasikmalaya

Dua Orang Buruh Pengedar Sabu Diamankan Satnarkoba Polresta Tasikmalaya

kamarang.com, Tasikmalaya - Dua pengedar narkoba jenis sabu-sabu ditangkap satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polresta Tasikmalaya. Kedua tersang

Kesal, Ribuan Warga Neglasari Ontrog DPRD dan Inspektorat
Pemda Ciamis Sambut Baik Keberadaan KA Lodaya Jurusan Ciamis – Jogjakarta
Jelang Libur Akhir Tahun, Harga Telur Ayam di Pangandaran Melonjak Tinggi

kamarang.com, Tasikmalaya – Dua pengedar narkoba jenis sabu-sabu ditangkap satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polresta Tasikmalaya.

Kedua tersangka, FN (21) warga Linggajaya, Mangkubumi dan RS (23) warga Nagarawangi, Cihideung. Keduanya berprofesi sebagai buruh.

Keduanya diciduk Polisi di Cihideung Balong, Nagarawangi, Cihideung. Total barang bukti yang diamankan sabu seberat 1,609 gram, Selasa (25/08/2020)

Dari tangan FN diamankan seperangkat alat hisap sabu, sebuah bungkus bekas rokok di dalamnya terdapat 8 paket plastik bening berisikan sabu-sabu dibungkus sedotan plastik putih.

Lalu, sebungkus bekas rokok di dalamnya terdapat 4 paket plastik bening berisikan sabu-sabu dibungkus sedotan plastik putih dan 3 paket plastik bening berisikan sabu-sabu dibungkus lakban hitam.

Selain itu juga diamankan satu buah hape merek Oppo warna hitam berikut simcard dan satu buah tas kain loreng berisikan 1 paket plastik bening berisi sabu dan sebuah timbangan digital.

Sedangkan dari tangan RS, Polisi mengamankan barang bukti sebuah dompet warna hitam berisi 3 paket plastik bening berisikan sabu, dan sebuah hape merek Vivo warna gold berikut simcardnya.

“Ya memang benar, kami telah menangkap 2 pengedar dan pengguna sabu di Cihideung Balong. Keduanya berprofesi sebagai buruh,” ujar Kasatnarkoba Polresta Tasik, AKP Yaser Arafat kepada wartawan, Selasa (25/08/2020) Siang

Terang Yaser, RS dan FN sama-sama pemakai sabu juga. Mereka mendapat barang haram itu dari DPO BR yang masih dicari anggotanya. Pihaknya menciduk mereka berawal dari informasi masyarakat bahwa kedua tersangka kerap menjual sabu.

“Kedua mengakui perbuatanya. Selain pemakai, mereka juga sama-sama pengedar. RS sering diajak FN untuk menempel sabu pesanan pengguna lainnya dan mendapat upah,” terangnya.

Jelas Yaser, hingga kini pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan kepada dua tersangka ini untuk melakukan pengembangan kepada bandarnya atau pemasok utama sabu kepada RS dab FN.

“Kedua tersangka dikenakan pasal 112 (1) jo 114 (1) Jo. 127 (1) huruf a Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara,” pungkas dia. (Ndr)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
%d blogger menyukai ini: