Kamarang.com – Masih dalam rangkaian Hari Kesehatan Nasional 2019, Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya menggelar seminar Tata Laksana Balita Stunting, di gedung pendopo baru lingkungan pemda Tasikmalaya, Kamis (14/11/19).

Isu stunting masih menjadi pembahasan utama pihak Dinkes Kabupaten Tasikmalaya. Meski dalam kurun lima tahun ini sudah mengalami penurunan sebanyak 8 persen, namun kasus stunting di Tasikmalaya masih menjadi fokus utama.

“Ya, dalam lima tahun terakhir ini kita alahamdulilah mampu menurukna angka stunting sebanyak 8 persen, dari sebelumnya 42 persen sekarang menjadi 33 persen,” ungkap Dadan, Kabid Kesmas Dinkes Kabupaten Tasikmalaya, usai seminar.

Ie menargetkan, dalam 2023 nanti, kasus stunting akan berkirang bahkan tidak ada. “Perjalanannya panjang, namun kami optimis untuk tahun 2023 sesuai program dan target, kasus stunting di Kabupaten Tasik sudah tidak ada lagi,” tambahnya.

Namun demikian, Dadan mengatakan, untuk menanggulangi kasus stunting, Dinkes tidak bisa bekerja sendirian, semua pihak harus berperan guna mengurangi dan mencegah kasus stunting ini.

Ditambahkan, Dr. Ali Alhadar, SPA (K), Konsultan Nutrisi dan Spesialis Anak, bahwa stunting disebabkan kurangnya nutrisi yang didapat oleh anak sejak dalam kandungan. “Stunting tidak hanya menimpa pada orang miskin, tapi orang kaya juga bisa kena. Semua tergantungan asupan nutrisi bagi anak, jika asupan nutrisinya kurang, kemungkinan si anak kena stunting,” terangnya.

Selain memiliki tubuh yang kecil dan pendek, daya nalar otak juga bisa menjadi akibat dari anak terkena penyakit stunting. Untuk itu, pihaknya menyarankan agar kebutuhan nutrisi anak sejak dalam kandungan harus dijaga. (red)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.