kamarang.com, Tasikmalaya – Mengenai adanya  penumpukan limbah Covid 19 di RSUD Dr Soekardjo, Wakil Direktur keuangan RSUD Dr Soekardjo, H Nendi mengatakan, penanganan limbah tersebut memerlukan anggaran tidak sedikit.

Menurutnya, sedikitnya memerlukan biaya.sebesar Rp 500 juta, dan itu tidak bisa ditangani langsung oleh pihak rumah sakit mengingat masih minimnya pendapatan.

“Untuk memusnakan limbah, perlu anggaran sedikitnya 500 juta rupiah, kami tidak bisa menangani limbah tersebut karena pendapatan RSUD Dr Soekardjo berkurang,” terang Nendi kepada wartawan, Senin (27/04/2020)

Ia melanjutkan, kekurangan anggaran ini sudah ditindak lanjuti dan segera diusulkan kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah

“Sudah ada lampu Hijau dari Kepala Badan Keuangan untuk segera mengusulkan Anggaran Limbah Khusus Covid 19. Semoga secepatnya terealisasi,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr Uus, saat dimintai keterangan mengaku sudah mengunjungi RSUD Dr Soekardjo, pasca adanya pemberitaan dari media Online mengenai menumpuknya Limbah Covid 19.

Menurutnya, ia datang ke RSUD bukan untuk mengintervensi melainkan berkoordinasi mengenai dampak terhadap lingkungan sekitar. “Oleh karena itu dinkes merasa berkepentingan melihat limbah itu. dan saya lihat masih dalam koridor SOP mengenai penanganan limbah itu,” jelasnya.

Adapun Wali Kota Tasikmalaya, H Budi Budiman masih enggan berkomentar mengenai adanya tumpukan limbah covid-19 di RSUD dr Soekardjo itu. (Red)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.