Kamarang.com, Banjar -Memasuki Hari Tani Nasional 2020, para petani padi sawah di Persawahan Kalapasabrang , Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari , Kota Banjar mengeluh dengan diwajibkanya memiliki kartu tani sehinga kekurangan pupuk.

Keluhan itu disampaikan oleh Petani persawahan kalapasabrang , Desa kujangsari, Sarikin (44) saat ditemui Kamarang.com, Kamis(24/09/2020).

“Alhamdulilah untuk panen kali ini bisa di katakan sukses dari panen sebelumnya karna panen sebelumnya gagal akibat hama wereng, Meski sulit mendapatkan pupuk para pentani maupun buruh tani di dusun kalapa sabrang bersyukur dengan hasil panen kali ini,” terang Sarikin.

Saat ditanya pendapatan pemilik lahan dan para buruh tani tetang sistem bagi hasil dari lahan pertanian, Sarikin menjelaskan sistem bagi hasil di sini 8 : 1. Untuk pemilik lahan 8 piring untuk buruh tani 1 piring beda lagi kalo pengarap langsung atau sistem bagi hasil sistem yang di pakai 5 : 1 piring.

“Takaran di sini pakai piring ada juga sistem bagi per karung bagi yang mengarap lahan” tambahnya.

Sementara mengenai kartu tani, Rasikin berharap kepada pemerintah agar ada pemerataan kepemilikan kartu tani yang merata sehingga tidak sulit mendapatkan pupuk, 

Di tempat terpisah, Ahmad Mujahid S.ag, Kepala Desa Kujangsari, saat di wawancarai Kamarang.com mengenai apa saja yang sudah dilakukan terkait kelangkaan pupuk dengan berlakunya kartu tani, selaku pemerintahan dirinya mengaku akan terus melakukan upaya dengan dibentuknya kelompok kelompok tani karna salah satu persyaratan untuk mendapatkan kartu tani adalah menjadi anggota kelompok tani.

“Dengan luasan lahan persawahan di Desa Kujangsari yang hampir 200 hektar dan tersebar hampir di semua dusun, kami terus mendorong agar para petani atau pemilik lahan yang berada di Desa Kujangsari mendapatkan kartu tani kartu tani salah satu syarat untuk mendapatkan pupuk bersubsidi,” Ujar Mujahid. (Eboe)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.