kamarang.com, Tasikmalaya – Polres Tasikmalaya berhasil mengamankan pelaku pembalakan liar di kawasan hutan Perhutani KPH Tasikmalaya areal Pameutingan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya.

Pelaku bernama Rh (47) asal Kecamatan Cipatujah, ditangkap saat melakukan pencurian kayu di kawasan hutan Perhutani Petak 52 a blok Cikupa Desa Pameutingan Kecamatan Cipatujah.

Adapun kronologis penangkapan pelaku, awalnya, petugas Perhutani melihat kendaraan pik-up yang sedang membawa kayu.

“Kemudian dari pihak Perhutani berkoordinasi dengan kami, lalu bersama-sama melakukan penegakan hukum di TKP,” Ujar AKP Hario Prasetyo Seno, Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, saat ekspose di Mako Polres Tasik, Selasa (13/10/2020). 

Dari tangan pelaku, petugas mengamankan 56 batang kayu mahoni, tiga batang kayu rimba, satu mesin gergaji, satu mobil Pik-up Suzuki Carry dan satu unit Mitsubishi Coltback.

Dihadapan Polisi, Rh mengaku hendak membuka lahan di Lahan Perhutani untuk ditanami palawija. Sementara, Kayu yang dipotong dijual untuk membeli tanaman Cengkih.

“Saya sengaja buka lahan di lahan perhutani. Ambil kayunya dijual untuk beli bibit cengkih,” ucap Rh.

Kemudian lanjut Rh, bibit cengkeh akan ditanam di lahan tersebut. “Namun Kayu-kayu nya belum sempat di jual karena keburu diamankan pak” Tambah pelaku.

Atas perbuatannya tersebut, Pelaku dikenakan pasal 82 ayat (1) huruf C junto pasal 12 huruf C Undang-undang RI Nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Dengan Pidana Penjara paling singkat satu tahun, paling lama lima tahun. “Denda paling sedikit Rp 500 juta dan paling banyak Rp 2,5 miliar,” pungkas Hario.

Sementara, Kepala ADM Perhutani KPH Tasikmalaya, Benni Suko Tri Atmoko, membenarkan pelaku melakukan pencurian kayu di kawasan hutan Perhutani KPH Tasikmalaya di Petak 52 a blok Cikupa Desa Pameutingan Kecamatan Cipatujah.

Pihaknya mengapresiasi Kinerja Kepolisian Resort Tasikmalaya yang berhasil mengungkap kasus ini.

“Kita sangat berterima kasih atas kerja sama dengan Polres Tasikmalaya. Kami apresiasi kinerja Polres atas tindakan yang cepat menangani tindak pidana pencurian kayu ini,” papar Benni.

Ada sebanyak 56 potong kayu yang berhasil dicuri dengan kerugian mencapai 97 juta rupiah.

Menurutnya, perambahan Hutan ini kerap jadi penyebab longsor dan Banjir Bandang. Apalagi saat ini Kabupaten Tasikmalaaya dilanda banjir dan Longsor.

“Diakui memang dampak pencurian kayu ini bisa berdampak terhadap lingkungan, seperti yang kita rasakan saat ini banyak bencana banjir dan longsor, akibat adanya kerusakan di kawasan hutan,” pungkas Benni. (El-z)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.