HomeRegional

Datangi Disnaker Kota, Eks Security Asia Plaza Tuntut ini

Datangi Disnaker Kota, Eks Security Asia Plaza Tuntut ini

kamarang.com - Puluhan eks karyawan security di Asiap Plaza Tasikmalaya, kembali mendatangi kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya, Selasa (26/01

Galian Pasir di Gerbang Masuk Perum GMP Dikeluhkan Warga
Ketua Forsil RT/RW Kota Tasikmalaya Soroti Kisruhnya Data Warga Penerima Bantuan
KPK Kembali Panggil Tiga Saksi Terkait Dugaan Korupsi di Lingkungan Pemerintahan Kota Banjar

kamarang.com – Puluhan eks karyawan security di Asiap Plaza Tasikmalaya, kembali mendatangi kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya, Selasa (26/01/21).

Mereka datang ke Kantor Disnaker Kota Tasikmalaya guna menanyakan hak hak mereka yang belum terselesaikan dari pihak baik Asia Plaza maupun PT EDP, penyedia jasa security tempat mereka bernaung.

Asop, perwakilan dari eks karyawan tersebut mengatakan, pihaknya tidak ada permintaan yang muluk muluk, hanya ingin bekerja kembali di Asia Plaza, karena menurutnya, dari awal pihaknya ada kerja dengan pihak Asia Plaza.

“Kami hanya ingin kembali bekerja di Asia Plaza kang, gak lebih dari itu. Lagian masih ada hak kami yang belum terselesaikan,” terang Asop usai audiensi dengan pihak Disnker.

Asop menceritakan, awal mula dirinya dengan teman temannya dikeluarkan, tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu. Ia hanya dikasih tahu bahwa malam setelah selesai kerja akan dikasih gaji, namun yang ada dikasih surat pemecatan dan juga uang.

“Iya waktu itu malam, kamis kalau tidak salah, kami diberhentikan tanpa pemberitahuan dulu. Bilangnya mau dikasih gaji, tapi malah dikasih surat dan berkata besok kalian tidak usah kerja lagi,” lanjut Asop menerangkan.

Parahnya lagi, kata Asop, besoknya pihak Asia Plaza malah mempekerjakan security baru. “Iya, besoknya setelah kami dipecat, pihak Asia malah mempekerjakan security baru, kan aneh,” kesalnya.

Ditempat sama, Kasi Perselisihan HI Disnaker Kota Tasikmalaya Adam Nurguna membenarkan, para eks karyawan ini meminta hak haknya, bukan hanya dari PT EDP tapi dari pihak Asia Plaza juga.

Adam membeberkan, beberapa tahun kebelakang terjadi proses peralihan dari PT Gas, PT Kautsar yang tidak jelas, sehingga ada hak karyawan yang diatur undang-undang tidak dipenuhi dengan baik.

“Itu baru asumsi dari eks karyawan. kita dari dinas, tetap melakukan aturan mekanisme yang ada. Kita harus menghargai proses yang ada. Sehingga disaat ambil kebijakan tak cacat hukum. Kita akan bangun komunikasi informal. Sebelum proses mediasi kita sarankan untuk pertemuan dua arah antara eks EDP dan Asia plaza,” beber Adam.

Ia menambahkan, para karyawan mengaku sudah berusaha melakukan komunikasi dengan Asia plaza, tapi tak ditanggapi baik. Sehingga akan menjadi bahan bagi pihak Disnaker selaku mediator.

“Kami akan melaporkan ke pimpinan, bagaimana menyikapi ini dengan baik dan bijak tapi tidak ada yang dilanggar secara aturan. Kita bisa mengundang pihak yang bersangkutan,” tambah Adam.

Hal tersebut terang Adam guna meng-clear-kan dulu apa yang menjadi keluhan. “Tapi waktunya belum tahu kapan, saya mau laporan dulu ke kepala dinas, akan secepatnya karena menyangkut 21 orang eks karyawan,” pungkasnya. ***

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
%d blogger menyukai ini: