kamarang.com, Tasikmalaya – Bejat, Seorang kakek berinisial H (63) warga Kecamatan Karangnunggal tega berbuat asusila terhadap korban di bawah umur, yang tak lain adalah tetangganya sendiri.

Korban yang masih berusia tujuh tahun itu, kini mengalami luka luka pada alat kelaminnya karena dimasukan lidi dan jari pelaku.

Kini perkara tersebut sedang ditangani Unit Perlindungan Perempuan Anak (PPA), Satreskrim Polres Tasikmalaya, setelah orang tua korban AS dan LM melaporkannya didampingi KPAID Kabupaten Tasikmalaya dan P2TP2A.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto SIP, melalui pesan Whatsapp. Menurutnya, pihaknya bersama P2TP2A sudah bertemu dengan orang tua korban termasuk melaporkannya ke Unit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya.

“Kami sudah menemui korban dan orang tuanya, di mana anak usia tujuh tahun diduga mendapatkan perilaku asusila dari pria usia 63 tahun. Pelaku memasukan jari dan sapu lidi ke alat vital korban,” terang Ato.

Adapun orang tua korban LM, mengatakan, anaknya diketahui menjadi korban pencabulan setelah memberitahukannya. Dia mengaku sempat dibawa ke saung di sawah oleh kakek yang tidak lain tetangganya sendiri.

“Sudah ditanya anak saya dan mengaku dibawa ke saung oleh kakek, iya masih tetangga. Terus kami laporkan diantar KPAID ke Polres Tasikmalaya,” tutur dia

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Hario Prasetyo Seno SH SIK MM membenarkan terjadi kasus pencabulan anak dibawah umur di Kecamatan Karangnunggal.

“Sementara ini sedang dilakukan pemeriksaan, kebetulan korban didampingi KPAID dan P2TP2A. Selanjutnya akan kami tindak lanjuti sesegera mungkin karena menjadi atensi kita tentang kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur ini,” terang Hario Prasetyo Seno

Saat ini Satreskrim Polres Tasikmalaya masih melakukan pemeriksaan terhadap orang tua dan saksi serta mengantongi identitas pelaku. Korban masih dibawah umur sedang jalani visum di RSUD SMC. Terkait kejadian ini Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Hario Prasetyo Seno SH SIK MM meminta agar masyarakat tidak terprovokasi. (Ndr)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.