HomeRegional

Banyak Ciptakan Kekisruhan, Masyarakat Purbaratu Tasikmalaya Tolak Program P3A TGAI

Banyak Ciptakan Kekisruhan, Masyarakat Purbaratu Tasikmalaya Tolak Program P3A TGAI

kamarang.com - Program percepatan peningkatan tataguna air irigasi (P3TGAI) yang diluncurkan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, sejatiny

LSM SWAP Pertanyakan Legal Formal Pengerjaan Cikunten II yang Telan Anggaran Puluhan Miliar Rupiah
Pembangunan Irigasi DAS Cikunten II di Kota Tasikmalaya Diduga Asal Jadi
Pembangunan D.I Cikunten II Ditargetkan Selesai Maret 2021

kamarang.com – Program percepatan peningkatan tataguna air irigasi (P3TGAI) yang diluncurkan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, sejatinya bisa diterima manfaatnya oleh masyarakat luas, khususnya masyarakat tani.

Namun beda cerita jika ketika program tersebut banyak yang klaim. Dan itu hampir setiap tahun terjadi pengklaiman pengusung program.

Padahal baik BBWS, Kejaksaan dan Kepolisian sudah menegaskan bahwa program P3A murni dari pemerintah, tidak ada unsur usungan.

Seperti yang terjadi baru baru ini, di beberapa kelurahan di Kota Tasikmalaya, banyak kelompok dan juga pemerintah setempat mengeluhkan adanya klaiman tersebut. Sehingga selalu menjadi kisruh terutama masalah fee bagi para pengusung.

Dengan adanya kisruh tersebut, untuk program ke depan, banyak masyarakat yang menyatakan akan menolak program P3A. Seperti contoh di Kecamatan Purbaratu, beberapa masyarakat tani disana menyatakan akan menolak program P3A ke depannya.

“Iya pak, pusing dengernya, setiap ada turun program P3A, pasti banyak yang datang ngeklaim ini usungan saya, ini usungan saya. Sehingga jadi kisruh,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Ia melanjutkan, kedepan dirinya dengan masyarakat tani lainnya sepakat untuk menolak program P3A, khusus untuk wilayah Kecamatan Purbaratu. “Kami sudah urung rempug, sepakat akan menolak program P3A, karena banyak kisruhnya,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Camat Purbaratu, mengatakan, hal itu wajar dilakukan, karena menurutnya memang selalu terjadi kisruh ketika program P3A turun.

“Iya kami juga sudah dengar, dan memang wajar jika ada penolakan. Ya jika lebih besar madorotnya daripada maslahatnya, mending ditolak aja,” terangnya ketika dihubungi via sambungan telepon.

Ia mencontohkan, di kecamatan lain, ada satu titik P3A, diklaim oleh dua kelompok, dan itu diprogram tahun ini. “Itu kan bikin kisruh, satu titik diklaim oleh dua kelompok. Jika itu terus terjadi mending ditolak aja ini,” terangnya.

Seperti diketahui, tidak semua masyarakat tani, khususnya petani penggarap mengetahui ada program P3A untuk peningkatan jaringan irigasi. Hanya orang oarng tertentu yang mengetahuinya. (***)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
%d blogger menyukai ini: