kamarang.com, Tasikmalaya – Aliansi LSM dan Ormas Kabupaten Tasikmalaya kembali mendatangi DPRD Kabupaten Tasikmalaya. Kali ini mereka menanyakan terkait potongan honor para guru honorer RA dan Mts di Kabupaten Tasikmalaya, dengan dalih pajak.

Menurut data yang dihimpun Aliansi Ormas dan LSM tersebut, ada sekitar 4000 guru honorer yang kena potongan pajak, per gurunya dipotong Rp 75000, selama 6 bulan mulai dari bulan Juli 2019 sampai Desember 2019.

Korlap Aksi, Ramdan Hanafiah mengatakan, baru kali ini ada di Kabupaten Tasikmalaya pemotongan setengah tahun, biasanya satu tahun sekali.

“Katanya itu potongan pajak, tapi masa di Indonesia potongan itu waktunya begitu lama. Jadi untuk pemotongan pajak dengan waktu yang cukup lama itu hanya terjadi di Kabupaten Tasikmalaya saja,” ucap Ramdan kepada media usai aksi.

Hal senada disampaikan Ketua Ormas Brigez, Dadan Jaenudin. Ia sangat menyayangkan ketika guru honorer dijadikan sapi peras untuk kepentingan yang tidak pasti oleh para elit elit, apalagi ini berkaitan dengan Kemenag yang kental dengan Agama.

Menurutnya, bagaimana bisa mereka melakukan pungutan seperti itu tanpa ada dasar hukum yang menaungi untuk pemotongan yang berdalih pajak.

“Dengan gaji tidak dipotongpun, guru honorer sangat kekurangan untuk kehidupannya. Dengan teganya oknum-oknum tersebut menjadikan mereka seolah sapi peras untuk meraup keuntungan dari ketidak berdayaannya untuk melawan terhadap penindasan yang sistematis,” terangnya.

Dengan ditemukannya kasus tersebut, mereka berharap pihak berwajib segera memanggil semua yang bersangkutan untuk diperiksa secara marathon dan dihukum seberat beratnya kepada penjahat kemanusian seperti ini.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Kemenag Kabupaten Tasikmalaya, Usep Saepudin Muhtar. Menurutnya, pemotongan tersebut dilakukan pada tahun 2019 selama 6 bulan.

Namun untuk kejelasan potongan tersebut, Usep mengatakan, pihaknya akan menunggu pihak pajak yang berbicara.

“Kami berusaha memperjuangkan nasib anak-anak kami kaum guru honorer. Kita tinggal menunggu jawaban dari pihak pajak sendiri, apakah mau duduk bersama atau gimana. Kami sudah membuat tim untuk berkiprah supaya pajak memberikan jawaban yang sangat dibutuhkan,” katanya. (Day)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.